Tanpa APBN, Pelabuhan Tanjung Carat Dibangun Lewat Investasi

AKURAT.CO SUMSEL Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat di Sumatera Selatan dipastikan tidak akan bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Proyek strategis ini justru didorong melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), yang membuka peluang besar bagi investor untuk terlibat langsung.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Sumsel, Basyarudin Ahmad, mengatakan tahap awal proyek akan dimulai dengan peluncuran resmi pada 9 April 2026. Setelah itu, proses akan berlanjut ke pembentukan Joint Venture (JV) hingga Badan Usaha Pelabuhan (BUP) sebagai operator.
Ia menjelaskan, karena menggunakan skema investasi, proses pembangunan tidak bisa dilakukan secara instan seperti proyek berbasis APBN.
Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Palembang Anjlok Rp100 Ribu Hari Ini
Menurutnya, tahapan yang disiapkan dimulai dari project launching, dilanjutkan pembentukan JV, hingga pendirian BUP yang akan mengelola operasional pelabuhan secara menyeluruh.
Proyek ini sendiri digagas oleh konsorsium yang melibatkan tiga perusahaan besar, yakni PT Pelindo, Samudera Pasai Indonesia, dan Sumatera Selatan Energy Gemilang (SSEG). Ketiganya akan membentuk entitas khusus berupa Special Purpose Vehicle (SPV) atau BUP.
Basyarudin mengungkapkan, komposisi kepemilikan saham dalam konsorsium tersebut masih dalam tahap pembahasan. Namun, skema bisnis yang dirancang diyakini mampu menarik minat investor, baik dari dalam maupun luar negeri.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga membuka peluang kerja sama internasional, termasuk pengembangan jaringan transportasi logistik seperti kereta api yang terintegrasi langsung dengan kawasan pelabuhan.
Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi distribusi barang, khususnya dalam mendukung kawasan industri di Sumatera Selatan.
Sejumlah perusahaan besar seperti PT Pusri, Pertamina, dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) bahkan disebut berpotensi menjadi pengguna utama atau anchor tenant pelabuhan tersebut.
Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Palembang Anjlok Rp100 Ribu Hari Ini
Dengan konsep kolaborasi dan investasi ini, pemerintah berharap pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat dapat berjalan lebih cepat dan menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi serta logistik di Sumatera Selatan.
“Targetnya, setelah pembentukan badan usaha pelabuhan rampung, proses groundbreaking bisa segera dipercepat,” pungkasnya. (Deny Wahyudi)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 3Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 4Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 55 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 6Jadwal Piala Dunia 2026: Qatar vs Swiss, Brazil Hadapi Maroko, hingga Haiti Tantang Skotlandia
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 8Bansos BPNT Juni 2026 Cair Kapan? Ini Cara Cek Status Penerima, Nominal, dan Jadwal Pencairan
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem








