Sumsel

Kenaikan Harga Plastik Jadi Momentum Masyarakat Palembang Kurangi Limbah Sekali Pakai

Kurnia | 6 April 2026, 20:00 WIB
Kenaikan Harga Plastik Jadi Momentum Masyarakat Palembang Kurangi Limbah Sekali Pakai
Tumbler.

AKURAT.CO SUMSEL Kenaikan harga plastik pasca-lebaran 2026 ternyata disambut positif sebagian masyarakat Palembang.

Bukan karena dampak konflik global yang mengganggu pasokan, tetapi karena dianggap momen tepat untuk mengurangi limbah plastik sekali pakai yang semakin mencemari lingkungan.

Di sejumlah retail dan minimarket, kantong plastik sekali pakai kini sulit ditemukan. Barang yang dulunya tersedia berbayar, saat ini digantikan kantong belanja ramah lingkungan.

Riri, warga Kenten, mengaku mulai membiasakan diri membawa tumbler dan wadah makanan sendiri.

Saat berbelanja, ia menggunakan wadah stainless atau thinwall untuk bahan pangan basah dan tas belanja untuk sayur atau bumbu sachet.

“Dulu saya malas bawa tumbler atau kotak bekal. Tapi sekarang sudah menjadi kebiasaan, selain hemat juga mengurangi sampah plastik,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Baca Juga: Dinas Perdagangan Sumatera Selatan Sebut Harga Plastik Terdampak Konflik Global

Meski begitu, Novita mengakui tidak semua masyarakat mau repot membawa wadah sendiri. Bagi sebagian orang, terutama untuk bahan basah, penggunaan plastik sekali pakai masih dianggap praktis.

Lasma, guru SD di Sekayu, Kabupaten Muba, menambahkan bahwa eco bag atau tote bag kini selalu tersedia saat bepergian.

Namun, ia menekankan peran pemerintah penting untuk menghadirkan alternatif pengganti plastik yang ekonomis dan praktis.

“Kenaikan harga plastik harus dijadikan momentum untuk mengurangi penggunaan plastik. Pemerintah bisa mengedukasi pedagang dan konsumen agar ada solusi pengganti yang tidak merepotkan,” jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia