Waspada Lonjakan Campak, 4 Daerah di Sumsel Masuk Status KLB, Dua Terbukti Positif Laboratorium

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menetapkan empat daerah di Sumatera Selatan sebagai wilayah dengan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.
Dari empat daerah tersebut, dua di antaranya telah terkonfirmasi positif melalui uji laboratorium, menandakan peningkatan kasus yang perlu diwaspadai masyarakat.
Keempat wilayah tersebut meliputi Palembang, Prabumulih, Banyuasin, dan Musi Rawas Utara. Adapun Palembang dan Prabumulih masuk kategori KLB campak dengan konfirmasi laboratorium.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sumsel, Ira Primadesa, menjelaskan bahwa secara nasional, KLB campak terjadi di 29 kabupaten/kota yang tersebar di 11 provinsi.
“Untuk Sumsel, empat daerah telah ditetapkan sebagai KLB campak, dengan dua daerah sudah terkonfirmasi positif laboratorium,” ujarnya.
Baca Juga: 5 Cara Maag Tidak Kambuh Meski Telat Makan Siang, Tips Penting untuk Aktivitas Padat
Kota Palembang mencatat jumlah kasus paling tinggi. Hingga akhir Maret 2026, terdapat 578 kasus suspek dan 90 kasus positif.
Rinciannya, Januari menyumbang 60 kasus positif dari 127 suspek, sementara Februari mencatat 30 kasus positif dari 255 suspek. Menariknya, pada Maret tidak ditemukan kasus positif meski terdapat 196 suspek.
Sementara itu, di Prabumulih, tercatat 76 kasus suspek dengan 16 kasus positif. Seluruh kasus positif terjadi pada Januari, sedangkan Februari dan Maret tidak ditemukan kasus positif baru.
Selain dua kota tersebut, KLB campak juga ditetapkan berdasarkan kasus suspek di Banyuasin dan Musi Rawas Utara. Banyuasin mencatat 15 suspek dengan 5 kasus positif, sementara Muratara mencatat 66 suspek dengan 8 positif.
Secara keseluruhan, jumlah kasus campak di Sumatera Selatan hingga 30 Maret 2026 mencapai 1.243 suspek dengan 184 kasus positif. Angka ini menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dibandingkan awal tahun.
Pada Januari tercatat 381 suspek dengan 151 positif, Februari 530 suspek dengan 33 positif, dan Maret 332 suspek tanpa kasus positif.
Dinas Kesehatan menekankan pentingnya peningkatan cakupan imunisasi sebagai langkah utama pengendalian. Pemerintah daerah di empat wilayah KLB didorong untuk segera melakukan imunisasi massal serta memperkuat program imunisasi rutin dan kejar.
“Dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar pelaksanaan imunisasi massal berjalan optimal dan mampu menekan penyebaran campak,” kata Ira.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun









