Sumsel

Mudik Lebaran 2026 Tembus 329 Ribu Orang, Polda Sumsel Andalkan ETLE Awasi Pelanggar di Tol

Kurnia | 20 Maret 2026, 19:00 WIB
Mudik Lebaran 2026 Tembus 329 Ribu Orang, Polda Sumsel Andalkan ETLE Awasi Pelanggar di Tol
ilustrasi ETLE. (ist)

AKURAT.CO SUMSEL Lonjakan mobilitas pemudik pada Lebaran 2026 di Sumatera Selatan yang mencapai lebih dari 329 ribu orang direspons dengan penguatan pengawasan berbasis teknologi.

Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel kini mengandalkan sistem electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk menjaga disiplin pengguna jalan di jalur mudik.

Kapolda Sumsel, Sandi Nugroho, mengatakan pengawasan digital difokuskan pada sejumlah ruas tol strategis yang menjadi jalur utama arus kendaraan, seperti Tol Palindra, Indralaya–Prabumulih, Kapal Betung, Terpeka, hingga Betajam.

Menurutnya, penerapan ETLE terbukti efektif dalam menindak pelanggaran lalu lintas tanpa harus melakukan interaksi langsung antara petugas dan pengendara.

Baca Juga: Nekat Curi HP di Mushola Jelang Lebaran, Seorang Ibu di Palembang Diamankan Warga

“Penindakan berbasis teknologi ini tidak hanya meningkatkan kepatuhan, tetapi juga memberikan efek jera yang terukur bagi pengguna jalan,” ujarnya.

Selain mengandalkan teknologi, Polda Sumatera Selatan juga tetap mengerahkan ribuan personel di lapangan. Mereka tergabung dalam tujuh satuan tugas terintegrasi untuk mendukung kelancaran Operasi Ketupat Musi 2026.

Petugas tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat.

Tercatat, sebanyak 1.750 kegiatan sosialisasi telah dilakukan guna meningkatkan kesadaran berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan.

Meski pengawasan diperketat, data sementara mencatat masih terjadi 10 kasus kecelakaan lalu lintas selama periode arus mudik, dengan dua korban meninggal dunia.

Kapolda menegaskan bahwa kombinasi antara teknologi digital dan kehadiran personel di lapangan menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan selama musim mudik.

“Kami pastikan seluruh personel bekerja maksimal. Tidak boleh ada titik pengamanan yang lengah, karena keselamatan masyarakat adalah prioritas,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, menyebut pihaknya berkomitmen menyampaikan perkembangan operasi secara terbuka kepada publik.

Langkah ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

“Kami memastikan setiap perkembangan operasi disampaikan secara transparan agar masyarakat dapat mudik dengan tenang,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia