Palembang Sumbang Kasus Perceraian Terbanyak di Sumsel Sepanjang 2025

AKURAT.CO SUMSEL Jumlah perceraian di Provinsi Sumatera Selatan sepanjang tahun 2025 tercatat mencapai 12.058 perkara.
Dari jumlah tersebut, perselisihan dan pertengkaran terus-menerus menjadi faktor penyebab paling dominan dalam kasus perceraian di berbagai kabupaten dan kota.
Berdasarkan data rekapitulasi perkara perceraian, faktor perselisihan rumah tangga tercatat mencapai 9.604 kasus atau menjadi penyebab terbesar dibandingkan faktor lainnya. Sementara faktor ekonomi berada di posisi berikutnya dengan 960 perkara.
Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa konflik berkepanjangan dalam rumah tangga masih menjadi tantangan utama bagi pasangan suami istri di daerah tersebut.
Jika dilihat berdasarkan wilayah, Palembang menjadi daerah dengan jumlah perkara perceraian tertinggi, yakni mencapai 2.559 kasus sepanjang 2025. Mayoritas perceraian di kota ini dipicu oleh perselisihan rumah tangga yang mencapai 2.162 perkara.
Baca Juga: Pria di Palembang Ditikam Gara-gara Kenalan dengan Wanita yang Masih Bersuami
Selain Palembang, beberapa daerah lain juga mencatat angka perceraian cukup tinggi, seperti Ogan Komering Ilir dengan 1.051 kasus dan Banyuasin sebanyak 1.011 kasus.
Kemudian disusul Ogan Komering Ulu Timur dengan 911 kasus, serta Musi Banyuasin yang mencatat 903 perkara perceraian.
Selain perselisihan rumah tangga dan faktor ekonomi, sejumlah penyebab lain juga tercatat memicu perceraian di Sumatera Selatan sepanjang 2025.
Beberapa di antaranya seperti meninggalkan salah satu pihak sebanyak 711 kasus, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebanyak 295 kasus, serta perjudian sebanyak 228 kasus.
Sementara faktor lain seperti zina tercatat 24 kasus, mabuk 35 kasus, penggunaan narkotika atau madat 54 kasus, hingga poligami sebanyak 50 perkara.
Ada pula kasus perceraian yang dipicu karena pasangan dihukum penjara sebanyak 66 kasus, kawin paksa 5 kasus, murtad 18 kasus, serta cacat badan 8 perkara.
Tingginya angka perceraian ini menjadi gambaran persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat di Sumatera Selatan.
Baca Juga: Permintaan Meningkat, Harga Bahan Pokok di Sumsel Berpotensi Naik Jelang Lebaran
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu Tiket Semifinal Piala AFF U 19 2026
- 3Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 4Kapan PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Cair? Pantau Jadwal Penyaluran Termin 2 di Sini
- 5Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 6Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 85 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem








