Gubernur Herman Deru Jamin Ketahanan Pangan Sumsel Stabil di Tengah Isu Global

AKURAT.CO SUMSEL Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang dalam menghadapi dinamika ekonomi dan energi global yang fluktuatif.
Pemerintah Provinsi memastikan bahwa ketahanan daerah, khususnya di sektor pangan, masih dalam kondisi yang sangat stabil.
Herman Deru menyoroti perilaku masyarakat yang kerap kali bereaksi berlebihan terhadap isu global dengan melakukan aksi borong barang atau panic buying.
Ia menegaskan bahwa Sumsel memiliki posisi strategis sebagai lumbung pangan nasional yang mampu mencukupi kebutuhan domestik.
"Sering kali masyarakat langsung terpancing informasi sedikit saja lalu memborong barang di pasar. Perilaku panic buying inilah yang harus kita hindari bersama demi menjaga kestabilan harga," ujar Herman Deru, Jumat (6/3/2026).
Baca Juga: Pemprov Sumsel Bidik Peningkatan Dividen BUMD untuk Dongkrak Pendapatan Daerah
Sejalan dengan optimisme pemerintah, Ekonom Universitas Sriwijaya (Unsri), Ahmad Bashir, memberikan analisis terkait posisi ekonomi Sumsel di tengah ketegangan geopolitik dunia.
Menurutnya, Sumsel berada dalam posisi yang unik karena memiliki kekayaan komoditas ekspor seperti batu bara dan gas.
"Situasi global memberikan peluang keuntungan kaget (windfall) dari kenaikan harga komoditas energi. Namun, kita harus waspada terhadap 'paradoks' ekonomi. Keuntungan ekspor tersebut berisiko tergerus oleh melambungnya biaya logistik dan harga barang konsumsi impor yang memicu inflasi lokal," jelas Bashir.
Meski dibayangi ketidakpastian global, ekonomi Sumatera Selatan pada tahun 2026 diproyeksikan tetap tumbuh positif di rentang 4,80 hingga 5,60 persen. Ketahanan sektor komoditas menjadi motor utama penggerak pertumbuhan tersebut.
"Koordinasi yang kuat adalah kunci. Jika permintaan dari mitra dagang seperti Tiongkok dan India menurun akibat konflik berkepanjangan, Sumsel harus sudah memiliki bantalan ekonomi dalam negeri yang kuat," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









