Pemprov Sumsel Tunggu SPLP untuk Pulangkan 15 Warga dari Kamboja

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) masih mengupayakan pemulangan 15 warga asal Palembang yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja.
Proses pemulangan kini memasuki tahap pengurusan dokumen perjalanan sebagai syarat kembali ke Indonesia.
Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang, mengatakan pihaknya telah mengumpulkan perwakilan keluarga korban untuk membahas langkah lanjutan sekaligus memastikan kondisi para warga tersebut.
“Kami sudah memanggil dan berdiskusi dengan keluarga korban terkait proses pemulangan. Pemerintah terus berkoordinasi agar mereka bisa segera kembali dengan aman,” ujar Cik Ujang, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, pemulangan 15 warga Palembang itu masih menunggu penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP). Dokumen tersebut diperlukan karena para korban diduga berstatus ilegal atau mengalami permasalahan administrasi selama berada di Kamboja.
Saat ini, proses administrasi tengah ditangani oleh pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat.
“Kita masih menunggu proses penerbitan SPLP di KBRI. Setelah dokumen itu selesai, pemulangan bisa segera direalisasikan,” jelasnya.
Pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumsel juga diminta aktif memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk KBRI Phnom Penh.
Kasus ini mencuat setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan sejumlah pria mengaku sebagai warga Palembang yang terjebak di Kamboja. Dalam video tersebut, mereka memohon bantuan kepada Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa agar difasilitasi pemulangannya.
Para pria itu mengaku berangkat ke luar negeri karena tergiur tawaran pekerjaan dengan gaji besar. Namun setibanya di Kamboja, pekerjaan yang dijanjikan tidak pernah ada. Sebagian mengaku dipaksa bekerja, sementara lainnya terlantar tanpa kepastian.
Mereka juga mengungkapkan adanya tekanan selama berada di luar negeri dan berharap pemerintah segera membantu kepulangan mereka ke Palembang.
Pemerintah Provinsi Sumsel menegaskan seluruh proses pemulangan akan mengikuti mekanisme dan prosedur yang berlaku.
Koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar proses berjalan cepat tanpa mengabaikan aspek hukum dan keselamatan para korban.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 3Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 4Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 55 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 6Jadwal Piala Dunia 2026: Qatar vs Swiss, Brazil Hadapi Maroko, hingga Haiti Tantang Skotlandia
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 8Bansos BPNT Juni 2026 Cair Kapan? Ini Cara Cek Status Penerima, Nominal, dan Jadwal Pencairan
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem








