Sumsel

Pengamat Sebut Pengunduran Diri Heri Amalindo Dinilai sebagai Manuver Politik Menjelang Pilgub Sumsel

Raphel Aziza | 16 Agustus 2024, 16:00 WIB
Pengamat Sebut Pengunduran Diri Heri Amalindo Dinilai sebagai Manuver Politik Menjelang Pilgub Sumsel

AKURAT.CO SUMSEL Pengamat politik Sumatera Selatan (Sumsel), Bagindo Togar, mencurigai bahwa pengunduran diri Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Heri Amalindo dari Pilgub Sumsel 2024 merupakan bagian dari strategi politik yang dirancang untuk menguji respon publik.

Meskipun pernyataan resmi tentang pengunduran diri tersebut disampaikan melalui kuasa hukum Heri, Bagindo menilai langkah ini lebih sebagai taktik politik daripada keputusan final.

"Heri Amalindo belum tentu benar-benar mundur. Ini bisa jadi bagian dari strategi politik Heri Amalindo dan Popo Ali," ujarnya, Jumat (16/8/2024).

Heri Amalindo, yang merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), masih memiliki peluang besar untuk maju sebagai Bacagub dalam Pilgub Sumsel.

Dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN), yang telah mengantongi total 13 kursi, membuatnya hanya kurang dua kursi lagi untuk memenuhi syarat pencalonan.

Tambahan dukungan dari Partai Hanura dan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) bahkan diprediksi akan memberikan Heri dan Popo Ali amunisi tambahan untuk bersaing.

PDIP, yang hingga kini belum mengeluarkan rekomendasi resmi, menjadi kunci penting dalam menentukan langkah Heri Amalindo selanjutnya.

Bagindo melihat pengumuman pengunduran diri ini sebagai "langkah mundur satu langkah untuk maju sepuluh langkah."

"Ini adalah strategi politik. Jika benar mundur, yang dirugikan adalah masyarakat Sumsel, karena pasangan Heri-Popo adalah salah satu alternatif kuat melawan petahana di Pilgub nanti," jelas Bagindo.

Bagindo juga mencatat kejanggalan dalam cara pengunduran diri ini disampaikan. Heri Amalindo tidak menyampaikan langsung keputusannya, melainkan melalui kuasa hukumnya, Firdaus Hasbullah. Selain itu, keputusan ini tampaknya tidak melibatkan Popo Ali, pasangan Heri dalam pencalonan.

Baca Juga: 12 Napi Lapas Merah Mata Palembang Bebas Setelah Terima Remisi Umum

Menurut Bagindo, situasi ini menunjukkan adanya dinamika politik yang lebih kompleks, termasuk kemungkinan adanya campur tangan "makelar politik" yang mempengaruhi kontestasi Pilgub Sumsel. Ia menilai pengunduran diri Heri yang memiliki elektabilitas tinggi sebagai langkah yang aneh dan tidak biasa.

"Saya tidak melihat siapa yang diuntungkan jika Heri benar-benar mundur, tetapi yang jelas, masyarakat Sumsel yang akan paling dirugikan," tegas Bagindo.

Sebelumnya, pernyataan mengejutkan datang dari kubu Heri Amalindo yang mengumumkan pengunduran diri menjelang pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang akan berlangsung dua pekan lagi.

"Maka pada saat ini, saya menyampaikan bahwa Bapak Heri Amalindo menyatakan mengundurkan diri sebagai Bakal Calon Gubernur Sumsel pada Pemilihan Gubernur Sumsel tahun 2024," ungkap Firdaus Hasbullah, Kamis (15/8/2024).

Firdaus menambahkan bahwa keputusan ini diambil oleh Heri Amalindo sebagai langkah yang menunjukkan kedewasaan dan integritas untuk menjaga agar Pilgub Sumsel tetap berjalan damai, aman, dan kondusif. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Heri Amalindo selama lebih dari setahun terakhir.

"Atas nama Heri Amalindo, kami mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah memberikan kontribusi terhadap perjuangan beliau selama ini," tutupnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
Reporter
Raphel Aziza
H
Editor
Hermanto