Bantuan Pangan Disebut Bapanas sebagai Faktor Penurunan Kemiskinan

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat rentan melalui berbagai program bantuan pangan.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi menegaskan bahwa program-program tersebut tidak hanya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga berperan signifikan dalam menekan angka kemiskinan di Indonesia.
Arief menyampaikan hal ini merespons pernyataan Presiden Joko Widodo yang sebelumnya menyebutkan bahwa angka kemiskinan di Indonesia turun tajam menjadi 9,03 persen pada 2024, dengan kemiskinan ekstrem menyusut hingga 0,83 persen.
Salah satu program yang disebut Arief berkontribusi besar adalah bantuan pangan beras sebanyak 10 kilogram (kg) yang disalurkan kepada 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
"Kebermanfaatan program bantuan pangan ini sangat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan, sehingga kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan penyalurannya tepat sasaran," ujar Arief, Sabtu (17/8/2024).
Meski tidak menjelaskan secara rinci, Arief mengindikasikan bahwa keberhasilan penurunan angka kemiskinan tidak lepas dari peran program bantuan pangan yang gencar dilakukan pemerintah.
Baca Juga: Setelah 24 Jam Pencarian, Tim SAR Berhasil Temukan Jasad Pelajar SMP di Sungai Lematang Muara Enim
Dengan alokasi anggaran sebesar Rp11 triliun yang telah disetujui oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, program ini akan terus berjalan hingga akhir 2024, termasuk perpanjangan penyaluran pada bulan Agustus, Oktober, dan Desember.
Selain aspek pangan, pemerintah juga telah meningkatkan berbagai indikator kesejahteraan masyarakat lainnya, seperti pendidikan dan infrastruktur. Dengan penurunan tingkat pengangguran menjadi 4,8 persen pada 2024, Arief menegaskan pentingnya sinergi antara berbagai program pemerintah dalam menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.
Di tengah berbagai tantangan global, program-program ini menjadi salah satu kunci untuk memastikan bahwa masyarakat yang paling rentan tidak terpinggirkan dan dapat tetap bertahan dengan dukungan yang memadai dari pemerintah.
"Kami akan terus berupaya agar bantuan ini dapat mencapai mereka yang benar-benar membutuhkan, sehingga dampak positif dari program ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat," tutupnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









