Sumsel

Optimalisasi Ketersediaan Pupuk, Wamentan RI Kunjungi PT Pusri Palembang

Deni Hermawan | 24 Agustus 2024, 15:34 WIB
Optimalisasi Ketersediaan Pupuk, Wamentan RI Kunjungi PT Pusri Palembang

 

AKURAT.CO SUMSEL Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono melakukan kunjungan kerja ke PT Pusri Palembang yang merupakan anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), pada Kamis (22/08/2024).

Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk mendukung ketahanan pangan nasional dengan memastikan kesiapan produksi dan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani.

Wamentan juga mengajak semua pihak untuk berpartisipasi dalam meningkatkan produktivitas pangan serta memantau distribusi dan berbagai masalah yang muncul di lapangan, terutama yang berkaitan dengan ketersediaan pupuk.

“Yang kita lakukan ini menyangkut (kebutuhan) ratusan juta rakyat, maka setiap kendala harus dicarikan solusinya” kata Sudaryono.

Baca Juga: PT Pusri Teken Perjanjian Pasokan Gas untuk Mendukung Ketahanan Produksi Pupuk Nasional

Dalam kunjungan tersebut, Wamentan RI hadir bersama Staf Khusus Menteri Pertanian, Muhammad Arsyad, Tenaga Ahli Mentan, Letjen TNI (Purn.) A.M Putranto beserta jajaran dari Kementerian Pertanian lainnya.

Turut mendampingi Direktur Produksi PT Pupuk Indonesia (Persero), Bob Indiarto, Direktur Utama Pusri, Daconi Khotob beserta  jajaran Direksi Pusri, Sekda Prov. Sumsel, Edward Candra, serta jajaran Kepala Dinas terkait.

Dalam kesempatannya, Direktur Utama Pusri, Daconi Khotob mengungkapkan bahwa sebagai perusahaan pupuk pertama Indonesia, Pusri akan senantiasa berkomitmen dalam menyediakan dan memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi di seluruh wilayah tanggung jawab Pusri agar tersedia sesuai dengan alokasi yang ditetapkan pemerintah.

Pemerintah sebelumnya telah meningkatkan subsidi untuk empat jenis pupuk—urea, NPK, NPK Formula Khusus, dan pupuk organik—menjadi 9,55 juta ton, untuk mengoptimalkan ketersediaan pupuk.

Sementara secara nasional stok pupuk bersubsidi per tanggal 21 Agustus 2024 tercatat sebesar 1.220.283 ton atau mencapai 263%. Sebanyak 683.930 ton urea, 522.501 ton NPK, dan 13.852 ton formula NPK. Petani yang terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) memiliki akses ke semua stok ini.

Untuk Wilayah Sumatera Selatan total stok pupuk bersubsidi yang disediakan Pusri yaitu 20.796 ton atau 179% dari ketentuan stok minimum. Dengan rincian urea sebesar 10.395 ton. NPK sebesar  10.393 ton dan NPK Formula 8 ton.

Daconi Khotob menambahkan bahwa realisasi penyaluran pupuk bersubsidi Pusri telah melampaui target, mencapai 141 persen, dibandingkan dengan Kepmentan No. 744. Selain itu, telah mencapai 90 persen dari Kepmentan No. 249, yang membahas metode penetapan alokasi dan harga eceran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian.

“Dalam mengoptimalkan penyaluran pupuk bersubsidi sampai akhir Tahun 2024 ini, Pupuk Indonesia selaku holding juga mewajibkan seluruh distributor untuk memastikan seluruh kios binannya mampu dan memahami sistem yang digunakan dalam penyaluran pupuk bersubsidi dengan menggunakan kartu tani ataupun i-Pubers”, imbuhnya.

Wamentan RI, Sudaryono juga menambahkan agar Pusri kedapannya dapat terus melaksanakan revitalisasi, upgrading alat-alat, efisiensi dengan harapan dapat menghasilkan pupuk yang berkualitas dan terjangkau.

Dia mengungkapkan tujuan lain dalam melaksanakan kunjungan ke Palembang khususnya Pusri, yaitu untuk mengoptimalkan program pompanisasi sebagai salah satu solusi cepat dari pemerintah dalam menghadapi darurat pangan.

Lanjutnya, upaya pompanisasi terbukti dapat meningkatkan produktivitas pertanian, meningkatkan dari satu kali panen menjadi tiga kali per tahun. Dengan demikian, dapat mencapai tujuan bersama yaitu mewujudkan Indonesia swasembada dan lumbung pangan dunia. (*/red)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
A