Sumsel

Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di Sumsel Bertambah, Prabumulih Ikut Ditetapkan

Deni Hermawan | 13 Desember 2024, 14:00 WIB
Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi di Sumsel Bertambah, Prabumulih Ikut Ditetapkan

AKURAT.CO SUMSEL Status siaga darurat bencana hidrometeorologi yang mencakup banjir dan tanah longsor di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bertambah menjadi lima daerah.

Terbaru, Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih mengumumkan penetapan status siaga darurat tersebut, mengikuti langkah empat daerah lainnya yang telah lebih dulu menetapkan status serupa.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menjelaskan bahwa Prabumulih kini menjadi daerah kelima yang menaikkan status tersebut.

"Prabumulih baru menaikkan status siaga darurat. Jadi total sudah lima daerah yang menaikkan status siaga darurat," ujar Sudirman, Jumat (13/12/2024).

Empat daerah sebelumnya yang telah lebih dulu menetapkan status siaga darurat adalah Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ulu (OKU), dan OKU Timur. Kelima daerah tersebut dikenal memiliki potensi tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan tanah longsor.

Sudirman juga menambahkan bahwa meskipun status siaga darurat telah ditetapkan di lima daerah, untuk provinsi masih dalam proses pembahasan di biro hukum.

"Sementara untuk provinsi masih proses di biro hukum," ungkapnya.

Baca Juga: Hyundai Luncurkan All-New Kona Electric N Line, Kendaraan Listrik Sporty dengan Performa Menawan

Menurut Plt Kepala BPBD Sumsel, Aksoni, seluruh daerah di Sumsel rawan terhadap bencana hidrometeorologi. Namun, ada sepuluh daerah yang masuk dalam kategori paling rawan, di antaranya OKU Selatan, Empat Lawang, Muara Enim, Lahat, Ogan Ilir, OKI, Muratara, Muba, Prabumulih, dan Banyuasin.

"Wilayah rawan bencana banjir dan longsor umumnya terjadi di dataran tinggi dan sungai," ujar Aksoni saat apel siaga di Palembang pada Rabu (23/10/2024).

Untuk menghadapi potensi bencana, BPBD Sumsel telah menyiapkan lebih dari 1.200 personel yang siap diterjunkan ke lokasi bencana. Selain itu, simulasi penyelamatan saat terjadi bencana juga sudah dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan tim.

"Ketika terjadi bencana, kita harapkan personel sudah berada di lokasi dalam waktu 2 jam sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan," ungkap Aksoni. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto