Pemprov Sumsel Siapkan Strategi Jaga Kestabilan Harga Pokok Menjelang Natal dan Tahun Baru 2024

AKURAT.CO SUMSEL Dalam rangka menjaga kestabilan harga dan mencegah lonjakan inflasi, Pemprov Sumsel akan fokus memantau beberapa komoditas yang kerap menjadi penyumbang utama inflasi, seperti beras, minyak goreng, gula, dan bawang.
Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan, Elen Setiadi, menegaskan pentingnya langkah-langkah strategis untuk memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang hari besar keagamaan Natal dan Tahun Baru 2024.
"Kami akan memprioritaskan pemantauan terhadap bahan pokok yang biasanya mengalami lonjakan harga, terutama komoditas yang berkontribusi terhadap inflasi. Dan akan memproyeksikan kebutuhan dan memastikan stok tercukupi, serta menyusun strategi untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga," ujarnya, Sabtu (30/11/2024).
Selain itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ruzuan Efendi, memberikan informasi bahwa harga pangan di tingkat konsumen di Sumsel pada November 2024 masih berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Baca Juga: Kasus HIV/AIDS di Sumsel: 846 Kasus Baru Tercatat, Seks Bebas Jadi Penyebab Utama
"Stok beras yang ada di gudang Bulog pada 25 November 2024 sudah cukup memenuhi kebutuhan. Kami juga akan berkoordinasi dengan Bulog untuk mengadakan pasar murah, seperti yang telah dilakukan sebelumnya, untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," jelas Ruzuan Efendi.
Berdasarkan data yang ada, harga beras premium berada di angka Rp14.149 per kilogram, sementara harga eceran tertinggi (HET) adalah Rp14.900. Harga beras medium tercatat Rp12.663, dengan HET Rp12.500.
Sementara itu, harga bawang merah rata-rata Rp38.256, dengan harga eceran berkisar antara Rp36.000 hingga Rp41.500. Untuk minyak goreng curah, harga di pasaran saat ini adalah Rp16.835, sedikit lebih tinggi dari HET yang ditetapkan sebesar Rp15.700. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









