Kematian Tahanan Rutan Pakjo, Kemenkumham Sumsel Pastikan Tidak Ada Unsur Kekerasan

AKURAT.CO SUMSEL Kemenkumham Sumsel memberikan klarifikasi mengenai kematian Irohmin (22), seorang tahanan di Rutan Kelas 1 Pakjo Palembang, yang ditemukan meninggal dunia dengan luka di kepala. Kemenkumham menegaskan bahwa kematian tersebut tidak melibatkan unsur kekerasan.
“Setelah menerima informasi mengenai kematian tahanan tersebut, kami segera melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah ada unsur kekerasan atau tidak. Berdasarkan laporan dari Rutan, tahanan tersebut dilaporkan mengalami sakit,” ujar Kadivpas Kemenkumham Sumsel, Mulyadi, Kamis (8/88/2024).
Menurut keterangan dokter umum, Irohmin mengeluhkan sakit perut, pusing, mual, dan sempat jatuh sebelum meninggal dunia. Dokter juga mengonfirmasi bahwa tahanan tersebut mengalami kondisi kesehatan yang memburuk.
"Keterangan dokter, Irohmin sempat sakit dan jatuh sebelum meninggal, tidak ada luka murni sakit" jelasnya.
Irohmin telah berada di Rutan Klas 1 Pakjo selama sekitar 14 hari. Pihak keluarga diberi hak untuk melakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian secara lebih rinci.
Baca Juga: Lagi! Napi Rutan Kelas I Pakjo Palembang Tewas dengan Luka, Keluarga Minta Autopsi
“Jika pihak keluarga ingin melakukan autopsi, itu merupakan hak mereka untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian, apakah disebabkan oleh kondisi kesehatan atau adanya unsur kekerasan,” ungkapnya.
Di Rutan, terdapat dua dokter yang rutin memeriksa dan menangani masalah kesehatan tahanan.
“Kami memastikan bahwa setiap tahanan diperiksa secara menyeluruh dan mendapat perawatan yang diperlukan. Jika ada kesalahan dalam penanganan dari anggota kami, tentu akan kami tindak lanjuti," tutupnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









