Sumsel

Tinjau Lokasi Retret, Gubernur Deru Minta Panitia Perbaiki Fasilitas Makan dan Penguatan Karakter

Maman Suparman | 3 Juli 2025, 18:03 WIB
Tinjau Lokasi Retret, Gubernur Deru Minta Panitia Perbaiki Fasilitas Makan dan Penguatan Karakter

AKURAT.CO SUMSEL Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru kembali menegaskan bahwa program retret siswa yang tengah berlangsung di Bumi Perkemahan Gandus, Palembang, bukan sekadar aktivitas biasa, melainkan bagian dari investasi karakter generasi muda.

Saat meninjau langsung lokasi retret pada Kamis (3/7/2025), Deru menyampaikan beberapa catatan penting kepada panitia, terutama soal perbaikan fasilitas makan bagi para peserta.

“Secara keseluruhan sudah sesuai ekspektasi, namun saya minta ada peningkatan kualitas, terutama dalam hal penyajian makanan. Gunakan alat makan yang layak dan seragam, seperti ompreng dari stainless atau plastik yang jelas dan bersih,” ujar Deru di sela kunjungan.

Retret tersebut diikuti oleh 100 siswa dari berbagai daerah di Sumsel, yang dibina dalam suasana alam terbuka untuk membentuk karakter positif, tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan.

Gubernur juga mengusulkan agar penginapan atau mess disesuaikan per wilayah asal, seperti satu mess untuk peserta dari OKI, Muara Enim, dan daerah lainnya, guna memperkuat identitas lokal dan kebersamaan.

Tak hanya fasilitas fisik, Deru juga menyoroti pentingnya pendekatan psikologis dalam proses pembinaan. Ia memastikan bahwa di lokasi retret telah disiapkan psikolog profesional untuk membantu siswa memahami potensi dan bakat diri mereka.

Baca Juga: Cegah Kenakalan Remaja, Pemprov Sumsel Gelar Retret Karakter untuk 100 Siswa Terpilih

“Dengan adanya pendampingan ini, orang tua nanti bisa tahu potensi anaknya, mau diarahkan ke mana. Ini jadi referensi untuk pengembangan ke depan,” jelasnya.

Lebih jauh, Deru menekankan bahwa retret ini dirancang untuk melahirkan Laskar Pandu Satria, generasi pelajar yang akan menjadi contoh di sekolah dan lingkungan masing-masing.

Mereka yang pernah mengalami masalah perilaku, diharapkan mampu berubah menjadi pribadi lebih baik dan menjadi penggerak perubahan.

“Nilai-nilai positif yang dibangun di sini akan menjadi bekal mereka. Ini bukan tempat hukuman, tapi tempat membangun masa depan,” tegasnya.

Gubernur juga memberi arahan kepada pelatih dan pembimbing agar tidak ada bentuk intervensi apa pun selama proses pembinaan berlangsung.

“Ini bagian dari investasi jangka panjang, investasi karakter. Mereka akan jadi agen perubahan, bahkan bisa mengajak teman-temannya agar turut berperilaku positif,” tandas Deru.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia