Tari Ritus Candi Bumi Ayu, Gambaran Masa Emas Kejayaan Kerajaan Sriwijaya

AKURAT. CO SUMSEL - Keberadaan Candi Bumi Ayu yang terletak di desa Bumi Ayu, kecamatan Tanah Abang, kabupaten PALI, ternyata menyimpan rahasia besar Kerajaan Sriwijaya.
Candi yang terletak di pesisir sungai Lematang ini menjadi saksi bisu masa kejayaan kerajaan Sriwijaya.
Baca Juga: Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin Bantah Tuduhan Pengeroyokan
Masa keemasan kerajaan Sriwijaya seolah tergambar dalam sebuah tarian khas daerah PALI ini Tarian ritus candi Bumi Ayu, merupakan sebuah tarian yang dilakoni oleh enam orang penari.
Tiga diantarannya laki-laki dan tiga orang lainnya perempuan.
Di balik tarian ritus ini, tersimpan jati diri sebuah kerajaan yang nyaris merajai seluruh bumi Nusantara.
Baca Juga: Boy Pohan Puji Sasana Tinju Pusri, Harapkan Geliat Tinju di Sumsel Terus Menyala
Namun, akhirnya runtuh diduga akibat terdesaknya kekuatan politik hindu oleh Islam pada sekitar abad ke – 16.
Candi-candi itu kemudian rusak dan terkubur tanah hingga ditemukan kembali oleh E.P. Tombrink pada tahun 1864.
Konon, ia mendapat kilas keberadaan Ritus, Arca, serta Prasasti Swarnadwipa.
Baca Juga: Istri Sah Eks Anggota DPRD Palembang Bantah Soal Asmara, Sukri Zen Minta Pengembalian Surat Tanah
Penemuan itu membawa sebuah rahasia besar di balik kemegahan dan keagungan relief-relief tubuh di dalam Candi Bumi Ayu yang menggoyahkan tabir besar yang meliputi kerajaan Sriwijaya.
Pada tahun 1992 barulah dilakukan penggalian kembali di lokasi.
Hingga kini, ada 12 candi yang sudah ditemukan.
Namun, baru lima yang dipugar dan dibuka untuk umum.
Yaitu Candi 1, Candi 2, Candi 3 dan Candi 7 serta Candi 8.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






