Gending Sriwijaya, Simbol Kejayaan Palembang yang Tetap Hidup Lewat Lagu dan Tari

AKURAT.CO SUMSEL Ketika tamu-tamu penting datang ke Palembang, mereka akan disambut dengan senyum ramah, gerakan anggun, dan alunan lagu yang sarat makna sejarah. Inilah Tari Gending Sriwijaya, tarian tradisional yang menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan.
Dilansir dari Pesnoa Sriwijaya, Tari ini tak sekadar pertunjukan seni. Ia adalah wujud penghormatan sekaligus cara mengenalkan budaya agung Palembang kepada dunia.
Tarian Gending Sriwijaya menggambarkan keramahan, ketulusan, dan kegembiraan masyarakat dalam menyambut tamu istimewa seperti kepala negara, menteri, hingga duta besar.
Dalam pertunjukannya, sembilan penari wanita berbusana Adat Aesan Gede menari dengan anggun, diiringi oleh dua penari pembawa payung dan tombak.
Tak ketinggalan, penyanyi yang menyanyikan lagu Gending Sriwijaya berdiri di belakang, melengkapi suasana megah nan sakral. Penari utama membawa tepak berisi sekapur sirih, sebuah simbol penyambutan penuh kehormatan yang dulu hanya dilakukan oleh para bangsawan.
Baca Juga: 4 Kampung Sejarah di Kota Palembang, Cocok Dikunjungi Saat Libur Lebaran
Lagu Gending Sriwijaya sendiri diciptakan pada tahun 1943 oleh A. Dahlan Muhibat, seorang komposer sekaligus pemain biola dari grup Bangsawan Bintang Berlian.
Lirik lagunya ditulis oleh Nungcik AR. Lagu ini tidak hanya mengiringi tari, tapi juga menyuarakan kerinduan akan masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya, ketika Palembang menjadi pusat perdagangan dan studi agama Buddha dunia.
Uniknya, musik Gending Sriwijaya merupakan perpaduan antara lagu tradisional Sriwijaya Jaya dan unsur musik Jepang, mencerminkan zaman ketika tarian ini mulai dikembangkan pada masa pendudukan Jepang tahun 1943–1944.
Penciptaan tarian ini pun merupakan bagian dari inisiatif Jawatan Penerangan saat itu untuk menampilkan budaya lokal kepada tamu-tamu resmi.
Meski diciptakan di masa penjajahan, Gending Sriwijaya kini justru menjadi warisan budaya yang membanggakan. Tak hanya tampil dalam acara resmi, tari dan lagu ini juga diajarkan di sekolah dan sanggar seni, agar generasi muda tak melupakan akar budaya mereka.
Gending Sriwijaya bukan sekadar seni, tapi juga simbol kejayaan dan identitas Palembang yang terus hidup hingga hari ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









