Sumsel

3 Peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam Jadi Destinasi Wisata Religi

St Shofia Munawaroh | 15 Maret 2025, 09:05 WIB
3 Peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam Jadi Destinasi Wisata Religi

AKURAT. CO SUMSEL - Kesultanan Palembang Darussalam merupakan salah satu kerajaan bercorak Islam yang ada di Indonesia.

Kesultanan Palembang Darussalam muncul setelah runtuhnya Kerajaan Sriwijaya.

Salah satu pendirinya yang paling terkenal adalah Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo dengan peninggalannya berupa Masjid Agung Palembang.

Baca Juga: Sinopsis dan Daftar Pemain Film Singsot Siulan Kematian yang Sedang Tayang di Bioskop PTC Palembang

Selain Masjid Agung, ada peninggalan lain Kesultanan Palembang yang masih dijaga dan dilestarikan sampai saat ini.

Seperti Benteng Kuto Besak, Benteng Kuto Iwak dan beberapa kompleks pemakaman.

Hadirnya Kesultanan Palembang menjadi saksi sekaligus bukti penyebaran Islam pernah terjadi di tanah Sumatera.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG Sabtu 15 Maret 2025, Hujan Petir Masih Mendominasi Sebagian Wilayah Sumsel

Berikut ini, adalah deretan peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam yang dijadikan destinasi wisata religi dan masih ramai dikunjungi terutama di bulan suci Ramadhan. 

1. Masjid Agung Palembang

Masjid Agung Palembang dibangun pada tahun 1738 oleh Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo.

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah dan Shalat Subuh Kota Palembang Sabtu 15 Ramadhan 1446 H

Sejak awal dibangun Masjid ini telah difungsikan sebagai tempat penyebaran agama Islam.

Hingga kini, Masjid Agung Palembang juga masih konsisten menjadi pusat penyebaran agama Islam melalui sekolah-sekolah yang dinaungi Yayasan Masjid Agung Palembang.

Saat ini, Masjid Agung Palembang telah diresmikan sebagai salah satu cagar budaya baru di Kota Palembang.

Baca Juga: Wali Kota Ratu Dewa Resmikan Rumah Qur'an Yayasan WKMM di Palembang

2. Kompleks Pemakaman Ki Gede Ing Suro

Ki Gede Ing Suro dikenal sebagai salah satu pendiri Kesultanan Palembang Darussalam.

Peninggalannya berupa kitab suci, cerita lisan, seni rupa tradisional dan makam yang dijadikan cagar budaya.

Baca Juga: Gubernur Sumsel Herman Deru Luncurkan Program Bedah 5.815 Rumah Tidak Layak Huni

Makam Ki Gede Ing Suro berlokasi di Jalan Ratu Sianum, Lorong H. Umar, Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang. 

3. Kompleks Pemakaman Kawah Tengkurep

Baca Juga: BMKG Prediksi Kemarau 2025 Lebih Kering, Karhutla di Sumsel Berpotensi Meningkat

Makam ini dibangun pada 1728, tepatnya pada masa Sultan Mahmud Badaruddin I Wikramo.

Nama Kawah Tengkurep berasal dari bentuk atap cungkup pada bangunan yang menyerupai kawah yang ditengkurapkan. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.