Sriwijaya FC Terancam Kebangkrutan, Sanksi Komdis PSSI Mengintai

AKURAT.CO SUMSEL Nasib Sriwijaya FC (SFC) bisa terancam sanksi berat dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI jika seluruh pemain tetap menolak bertanding melawan PSPS Pekanbaru dalam laga lanjutan Liga 2 Indonesia yang dijadwalkan pada Sabtu (14/12) di Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.
Pemegang saham PT Digi Sport Asia selaku owner klub, Alexander Rusli mengungkapkan dalam sebuah jumpa pers di Sekretariat SFC, Kompleks Pertokoan PS Mall Palembang, bahwa jika skuad SFC mogok main, klub ini berisiko terkena denda sebesar Rp3 miliar dari Komdis PSSI. Jika sanksi tersebut dijatuhkan, SFC tidak memiliki dana yang cukup untuk bertahan, bahkan bisa berujung pada kebangkrutan.
"Kami akan mendapatkan sanksi Komdis sebesar Rp3 miliar. Kalau sampai kena sanksi, kami tidak punya dana lagi. Besok, SFC bisa saja dinyatakan pailit," ujarnya, Jumat (13/12/2024).
Menurut regulasi Kompetisi Liga 2 Indonesia musim 2024/2025, pasal 7 mengatur bahwa klub yang mengundurkan diri setelah kompetisi dimulai akan dikenakan sanksi berat, termasuk denda.
"Jika keputusan pengunduran diri diambil pada putaran kedua atau putaran final, denda yang dikenakan bisa mencapai Rp3 miliar. Selain itu, klub yang mengundurkan diri juga dapat dilaporkan ke Komite Disiplin PSSI untuk menerima sanksi tambahan," katanya.
Meski manajemen SFC telah menyiapkan dana sebesar Rp4 miliar, Alexander mengungkapkan bahwa pajak sebesar Rp3,7 miliar yang harus dibayar membuat klub dalam kondisi sangat sulit.
Baca Juga: Penganiayaan Dokter Koas di Palembang, Kuasa Hukum: Klien Kami Berusaha Menyelesaikan Secara Damai
Keuangan yang terbatas ini semakin diperparah oleh penundaan dukungan dari sponsor, yang terhalang oleh momen Pilkada dan pergantian tahun.
"Kami sudah keliling mencari sponsor, tapi semuanya meminta waktu hingga tahun depan untuk memberikan bantuan. Kami benar-benar kesulitan keuangan untuk membayar gaji pemain dan memenuhi kebutuhan operasional tim," jelasnya dengan wajah penuh kekhawatiran.
Sementara itu, meskipun terdengar kabar bahwa para pemain SFC mogok main akibat belum dibayar haknya, Pelatih PSPS Pekanbaru, Aji Santoso, tetap optimis bahwa Sriwijaya FC akan tetap bertanding. Aji yakin bahwa bermain di kandang sendiri akan memotivasi para pemain SFC untuk tampil, meskipun mereka tengah dilanda masalah internal.
"Saya sangat yakin Sriwijaya mau main. Main WO peluangnya sangat kecil, karena ini main home. Pemain akan lebih ringan bermain dibandingkan away," ujarnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026: Ada yang Berpeluang Dapat Rezeki dan Kabar Baik
- 5Cara Mencairkan Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Lewat Bank dan Kantor Pos
- 6Bianca Alessia Christabella Lantang, Putri Sulawesi Utara yang Dipercaya Membawa Baki Bendera Pusaka
- 7Apakah Hari Ini 18 Agustus 2026 Libur? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 8Update Terbaru Harga Emas Perhiasan Palembang, Naik atau Turun?
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun







