Sumsel

Juru Kunci Klasemen, Sriwijaya FC Soroti Lini Belakang dan Daya Gedor Jelang Bursa Transfer

Maman Suparman | 9 Desember 2025, 20:00 WIB
Juru Kunci Klasemen, Sriwijaya FC Soroti Lini Belakang dan Daya Gedor Jelang Bursa Transfer
 
AKURAT.CO SUMSEL Kinerja skuad Sriwijaya FC (SFC) menjadi sorotan tajam dari manajemen dan pelatih menjelang dibukanya jendela transfer Pegadaian Championship 2025/2026.
 
Hingga pekan ke-12, tim berjuluk Elang Andalas itu terdampar di peringkat 10, atau juru kunci klasemen sementara grup wilayah barat, dengan hanya mengumpulkan 2 poin.

Dari 12 pertandingan yang telah dijalani, Sriwijaya FC belum sekalipun mencicipi kemenangan, dengan catatan 10 kali kekalahan dan 2 kali hasil imbang.

Asisten Direktur Public Relation & Media Officer Sriwijaya FC, Muhammad Moeslim, mengakui bahwa performa tim membutuhkan evaluasi serius, terutama setelah kekalahan telak terbaru.

"Pasca kembali dibantai Persiraja 5-0. Pastinya kita akan evaluasi kinerja karena kita kalah terus," ungkap Muhammad Moeslim, yang akrab disapa Molem.

Baca Juga: Nilmaizar Soroti Lini Depan Sumsel United, Hanya Cetak 16 Gol dari 12 Laga

Data statistik menunjukkan bahwa masalah terbesar Sriwijaya FC terletak pada rapuhnya lini pertahanan. Gawang SFC telah kebobolan 33 kali, sementara mereka hanya mampu menyarangkan 10 gol ke gawang lawan.

Kekalahan teranyar diderita pada laga ke-12 saat dibantai Persiraja Banda Aceh dengan skor telak 5-0 di Stadion H Dirmuthala pada Senin (24/11/2025) malam. Hasil ini semakin memperjelas bahwa posisi lini belakang membutuhkan perombakan serius.

Molem menambahkan bahwa manajemen akan fokus pada pemain yang dinilai memiliki kontribusi dan bermain dengan hati. Selain itu, bursa transfer akan dimanfaatkan untuk memperkuat area krusial.

"Untuk yang lainnya, kita sadari kita akan mencari pemain yang memiliki daya gedor tinggi di posisi seperti striker dan lini belakang. Tapi untuk seperti apanya, yang pasti sesuai permintaan pelatih," pungkas Molem.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia