Sumsel

Jembatan Penghubung Dua Desa di OKU Timur Amblas Dihantam Banjir, Akses Logistik Warga Lumpuh Total

Maman Suparman | 3 Desember 2025, 16:48 WIB
Jembatan Penghubung Dua Desa di OKU Timur Amblas Dihantam Banjir, Akses Logistik Warga Lumpuh Total

AKURAT.CO SUMSEL Bencana infrastruktur melanda Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur setelah hujan lebat semalam suntuk, Selasa 2/12/2025 menyebabkan ambruknya jembatan vital di Kecamatan Madang Suku II.

Jembatan yang menjadi satu-satunya penghubung Desa Banban Rejo dan Desa Kali Rejo ini putus total dan amblas dihantam luapan arus sungai.

Kelumpuhan akses ini terekam dalam video yang beredar pagi hari ini, yang menunjukkan aktivitas warga terhenti. Mulai dari anak-anak yang gagal berangkat ke sekolah hingga petani yang tidak bisa mendistribusikan hasil panen komoditas utama seperti sawit dan karet.

Kepala Desa Banban Rejo, Sungatmin, menjelaskan bahwa insiden ini merupakan dampak dari kombinasi cuaca ekstrem dan aktivitas pekerjaan yang dilakukan di dekat struktur jembatan.

Menurut Sungatmin, hujan yang mengguyur tanpa henti selama semalaman telah menggerus pondasi tanah jembatan hingga menyebabkan struktur amblas. Ironisnya, kondisi diperparah oleh kegiatan normalisasi sungai yang tengah berlangsung.

“Putusnya jembatan ini karena diguyur hujan semalaman. Tanah pondasi jembatan turun hingga amblas. Selain itu, di dekat jembatan ada kegiatan normalisasi sungai, sehingga arus air semakin kencang menghantam jembatan,” jelas Sungatmin.

Baca Juga: Antisipasi Puncak Musim Hujan, Sumsel Bersiap Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Provinsi

Aktivitas normalisasi di lokasi yang terlalu dekat dengan tiang pancang diduga kuat mempercepat gerusan air, membuat struktur jembatan tak mampu menahan derasnya volume air saat sungai meluap.

Amblasnya jembatan ini telah menciptakan hambatan signifikan bagi ribuan warga yang bergantung pada akses tersebut untuk kegiatan sehari-hari.

“Ini akses vital bagi dua desa. Anak-anak sekolah tidak bisa lewat, pengangkut hasil pertanian kami juga terpaksa berhenti total. Dampaknya melumpuhkan ekonomi harian masyarakat,” tegas Sungatmin..

Sungatmin menambahkan bahwa status jembatan tersebut memang telah lama tidak layak dilalui dan bahkan telah diajukan permohonan pembangunannya melalui Ketua Komisi III DPRD OKU Timur, Masrin Diana (Fraksi PKB), serta pernah disampaikan langsung kepada Bupati.

“Kondisinya sudah lama tidak layak dilalui, dan kini jembatan telah putus total. Kami mohon respons cepat, ini menyangkut hajat hidup masyarakat,” tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia