Sumsel
HL Sumsel

Harga Plastik Naik Tajam 2026, Ini Faktor Penyebabnya

Kurnia | 6 April 2026, 10:00 WIB
Harga Plastik Naik Tajam 2026, Ini Faktor Penyebabnya

AKURAT.CO SUMSEL Pertanyaan kenapa harga plastik naik menjadi salah satu topik yang banyak dicari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.

Kenaikan harga plastik di Indonesia terjadi cukup signifikan dan mulai berdampak luas, baik bagi pelaku industri maupun konsumen sehari-hari.

Lonjakan harga ini dipicu oleh kombinasi faktor global dan domestik yang saling berkaitan.

Mulai dari terganggunya pasokan bahan baku hingga tingginya ketergantungan impor, semuanya berkontribusi terhadap kenaikan harga plastik di pasar.

Pasokan Global Terganggu, Harga Plastik Naik

Salah satu penyebab utama kenapa harga plastik naik adalah gangguan pasokan bahan baku di tingkat global.

Baca Juga: 5 Ramalan Zodiak Asmara Hari Ini: Cinta Menguat, Ada yang Harus Waspada!

Konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah, termasuk yang melibatkan Iran, berdampak langsung pada distribusi bahan baku plastik dunia.

Bahan baku utama seperti nafta menjadi lebih sulit diperoleh, sehingga pasokan menurun. Ketika pasokan terbatas sementara permintaan tetap tinggi, harga pun terdorong naik secara signifikan.

Ketergantungan Impor Masih Tinggi

Selain faktor global, penyebab kenapa harga plastik naik di Indonesia juga berasal dari dalam negeri, yakni tingginya ketergantungan terhadap impor bahan baku.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sekitar 60 persen bahan baku plastik di Indonesia masih berasal dari luar negeri.

Pada Januari 2026, nilai impor plastik tercatat mencapai sekitar US$949,2 juta.

Sementara pada Februari 2026 sebesar US$873,2 juta. Secara tahunan, angka ini meningkat sekitar 5,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Negara pemasok utama plastik ke Indonesia meliputi China, Thailand, dan Korea Selatan.

Ketergantungan ini membuat harga plastik domestik sangat sensitif terhadap perubahan harga global.

Tren Impor Plastik Berfluktuasi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, impor plastik Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami fluktuasi.

Pada periode 2019–2023, volume impor bergerak tidak stabil. Memasuki Juni 2024, impor plastik mencapai sekitar 90,98 juta kilogram dengan nilai US$202,11 juta.

Kemudian pada September 2024, terjadi lonjakan signifikan hingga 21,33 persen secara tahunan. Plastik bahkan menjadi salah satu komoditas impor nonmigas utama di Indonesia.

Dampak Kenaikan Harga Plastik

Kenaikan harga plastik tidak hanya dirasakan oleh industri besar, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat. Berikut beberapa dampaknya:

1. Industri terganggu

Sektor manufaktur yang bergantung pada plastik mengalami peningkatan biaya produksi.

2. Harga produk naik

Barang berbahan plastik, termasuk kemasan makanan dan minuman, ikut mengalami kenaikan harga.

3. Defisit neraca perdagangan

Plastik menjadi salah satu penyumbang defisit terbesar. Pada awal 2026, nilainya mencapai sekitar US$1,39 miliar.

Bukan Satu-satunya Komoditas Impor Besar

Meski isu kenapa harga plastik naik menjadi sorotan, plastik bukan satu-satunya komoditas impor dengan nilai besar.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan impor terbesar masih didominasi oleh mesin dan peralatan mekanis, serta perlengkapan elektrik. Plastik berada di posisi berikutnya dengan kontribusi yang juga signifikan.

Hal ini menunjukkan bahwa industri di Indonesia masih sangat bergantung pada impor, baik untuk bahan baku maupun barang penunjang produksi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia