Jelang Lebaran Pasar 7 Ulu Klinik Palembang Dipadati Pengunjung, Jalanan Macet

AKURAT.CO SUMSEL Sepuluh hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah, Pasar 7 Ulu Klinik di bawah Jembatan Ampera Palembang mulai dipadati oleh pengunjung.
Namun, dampak dari peningkatan jumlah pengunjung ini adalah kemacetan yang terjadi di sekitar area pasar, mempengaruhi lalulintas jalan.
Kondisi ini bukanlah hal yang asing bagi masyarakat sekitar, terutama di hari-hari biasa di mana kemacetan sering terjadi di lokasi tersebut, apalagi saat mendekati Hari Raya Idul Fitri.
Anita (29), seorang pedagang kue musiman, menyatakan bahwa mendekati lebaran, banyak pedagang musiman yang bermunculan di pasar. Mayoritas dari mereka menjajakan barang-barang kebutuhan lebaran seperti kue, pakaian, dan lainnya.
"Saya sendiri adalah pedagang musiman di pasar ini. Ketika mendekati lebaran saja saya berjualan di sini," ujarnya, Senin (1/4/2024).
Namun, tidak semua orang merasa nyaman dengan kemacetan di Pasar 7 Ulu Klinik ini. Salah satunya adalah Aba Arman (50), seorang pengayuh becak yang biasa mangkal di dekat pasar.
"Kemacetan ini membuat kami sulit bergerak, terutama saat mencari penumpang. Pasar menjadi macet karena banyak pengunjung yang datang dengan sepeda motor,"
Baca Juga: Jelang Lebaran, Masyarakat Resah Banyaknya Gepeng, Begini Kata Pol PP Palembang
"Kadang-kadang, seharian kami hanya mendapatkan dua atau tiga penumpang. Syukur-syukur jika bisa pulang dengan penghasilan sekitar Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu," sambungnya.
Aba Arman menyebutkan bahwa kemacetan ini telah terjadi sejak pukul 10.00 WIB pagi hingga saat ini sekitar pukul 14.30 WIB sore.
“Ini adalah bulan puasa dan mendekati lebaran, jadi banyak orang yang ingin berbelanja," tambahnya.
Dia pun yakin bahwa kemacetan akan terus terjadi setiap hari menjelang Hari Raya Idul Fitri.
"Semoga bulan puasa tahun ini membawa berkah bagi kami sehingga kita dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh sukacita bersama keluarga," harapnya. (Deni K)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









