Pembersih Makam di Palembang Kebanjiran Rezeki Jelang Puasa, Tradisi Ziarah Bawa Berkah

AKURAT.CO SUMSEL Menjelang bulan suci Ramadan, suasana sejumlah tempat pemakaman umum di Palembang mendadak lebih ramai dari biasanya.
Warga berbondong-bondong datang untuk berziarah, membersihkan pusara keluarga, dan memanjatkan doa. Di balik tradisi tahunan itu, ada cerita tentang para pembersih makam yang ikut merasakan berkah musiman.
Sepekan sebelum puasa, aktivitas di beberapa TPU mulai meningkat sejak pagi. Rumput liar dipangkas, batu nisan disikat, dan tanah dirapikan. Bagi sebagian orang, membersihkan makam adalah bagian dari penghormatan terakhir sekaligus persiapan menyambut Ramadan dengan hati yang bersih.
Namun, tidak semua peziarah memiliki waktu atau tenaga untuk membersihkan makam sendiri. Di sinilah peran para pembersih makam menjadi penting.
Rahmat (45), salah satu pembersih makam yang biasa mangkal di TPU Kandang Kawat, mengaku permintaan jasanya melonjak tajam menjelang puasa. Jika di hari biasa ia hanya menerima satu hingga dua pelanggan, kini bisa mencapai lima hingga delapan makam per hari.
“Biasanya seminggu sebelum puasa sudah ramai. Orang-orang datang silih berganti, ada yang minta dibersihkan total, ada juga yang cuma rapikan rumput,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
Untuk sekali pembersihan, tarif yang dipatok bervariasi, mulai dari Rp15 ribu hingga Rp50 ribu, tergantung kondisi makam dan tingkat kesulitan. Jika makam sudah lama tidak dirawat, prosesnya tentu memakan waktu lebih lama.
Baca Juga: Jadwal Imsak dan Salat Ramadan 1447 H di Palembang
Tradisi ziarah kubur menjelang Ramadan memang sudah mengakar kuat di masyarakat Palembang. Selain berdoa, keluarga biasanya membersihkan area makam dan menabur bunga sebagai simbol penghormatan.
Aktivitas ini secara tidak langsung menggerakkan ekonomi kecil di sekitar pemakaman. Tak hanya pembersih makam, pedagang bunga tabur, air mineral, hingga jasa parkir turut merasakan dampaknya.
“Alhamdulillah, bisa tambah pemasukan buat kebutuhan puasa dan Lebaran,” kata Rahmat.
Bagi para pembersih makam, momen ini menjadi salah satu periode paling sibuk dalam setahun, selain menjelang Idul Fitri dan hari-hari besar keagamaan lainnya.
Meski terlihat sederhana, pekerjaan membersihkan makam bukan tanpa tantangan. Cuaca panas, tanah becek saat hujan, hingga kondisi makam yang rusak menjadi bagian dari keseharian mereka.
Namun, banyak dari mereka mengaku pekerjaan ini juga membawa kepuasan tersendiri. Selain mendapatkan penghasilan, mereka merasa ikut membantu keluarga yang ingin memberikan penghormatan terbaik bagi orang tercinta yang telah tiada.
Tradisi ziarah kubur menjelang Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan. Di tengah doa-doa yang dipanjatkan, ada harapan, kenangan, dan juga rezeki yang mengalir bagi mereka yang menggantungkan hidup dari jasa membersihkan makam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









