Sumsel

BBPJN Sumsel: Miskomunikasi Operator Jadi Penyebab Utama Ambruknya Fly Over Bantaian

Deni Hermawan | 8 Maret 2024, 14:01 WIB
BBPJN Sumsel: Miskomunikasi Operator Jadi Penyebab Utama Ambruknya Fly Over Bantaian

AKURAT.CO SUMSEL Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Selatan (BBPJN Sumsel) menyatakan bahwa ambruknya proyek Fly Over Bantaian di Desa Panang Jaya, Kabupaten Muara Enim, disebabkan oleh miskomunikasi antar-operator.

Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Pekerjaan Fly Over Bantaian Satker BBPJN Sumsel, Surya Perdana menjelaskan ambruknya proyek tersebut berawal saat mereka hendak melakukan pemasangan balok girder menggunakan crane penyanggah, yang mirip dengan jalur kereta.

Namun, saat balok girder diluncurkan terjadi kesalahan komunikasi antara operator abutment jembatan 1 dan 2. 

Akibatnya, balok tersebut terangkat terlalu tinggi yang mengakibatkan crane terguling dan balok girder jatuh.

"Balok girder ini terangkat lebih tinggi dan mempengaruhi keseimbangan erector launcher, yang akhirnya terguling ke kanan dan menimpa jalur kereta yang sedang melintas," jelasnya.

Surya menyatakan bahwa tim mereka telah melakukan evakuasi dengan mengangkat girder yang ambruk agar lalu lintas kereta dan jalan dapat kembali normal.

"Kereta yang berada di lokasi tersebut sudah dapat ditarik pada pukul 14.40 WIB, dan mobil kembali dapat melintas. Lalu lintas dua arah sudah dinormalkan," ujarnya. 

Baca Juga: Getaran Kereta Api Picu Ambruknya Fly Over Bantaian: 2 Tewas, 7 Luka

Sebagai informasi, ambruknya jembatan layang ini terjadi pada, Kamis (7/3/2024) pada pukul 11.00 WIB. 

Akibtanya, 2 orang meninggal dunia dan 7 orang lainnya mengalami luka-luka. 

Adapun dua korban meninggal dunia yaitu Weston asal Makasar dan Edi Saputra warga Pegayut, Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Untuk korban luka berat dan ringan yakni Wahyudi (26) dan M Fadil (34) masih dalam perawatan di IGD RS Rabain Muara Enim.

Sedangkan 5 korban lainnya yang mengalami luka-luka  tengah dirawat di RS AR Bunda Prabumulih. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto