Kernet Bus Minanga Express Beri Kesaksian Kecelakaan, Polisi Minta Sopir Bus Untuk Menyerahkan Diri

AKURAT.CO SUMSEL Kecelakaan tragis melibatkan bus Minanga Ekspres yang membawa rombongan study tour dari SD Negeri 1 Harisan Jaya, OKU Timur, terjadi di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Desa Bulu Cawang, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Ilir (OI).
Insiden tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, yakni seorang guru dan seorang murid yang terpental keluar dari bus, Jumat (25/5/2024).
Kernet bus, Fikal (38), menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi saat bus dengan nomor polisi BE 7431 BU menabrak truk kontainer bermuatan pupuk urea seberat 50 ton dengan nomor polisi BE 9468 AU yang berhenti di jalan karena mengalami masalah.
"Kami berangkat dari Palembang menuju OKU Timur dengan kecepatan antara 70-80 km/jam," kata Fikal, Sabtu (25/5/2024).
Sebelum kecelakaan, bus sempat berhenti di Pasar Kayuagung untuk membeli makanan. Dalam perjalanan, kondisi jalan yang gelap dan hujan deras mengganggu jarak pandang sopir bus, Irfan.
Menurut Fikal, truk kontainer yang ditabrak tidak menyalakan lampu sein atau rambu-rambu, sehingga tabrakan tak dapat dihindari.
"Kepala bus selamat, tapi sisi badan bus menabrak bagian belakang kontainer," jelas Fikal.
Akibat tabrakan tersebut, bus terguling dan dua penumpang terpental keluar, menyebabkan mereka meninggal dunia di tempat.
Baca Juga: Kecelakaan Bus Study Tour di Sumsel, 2 Tewas dan 2 Luka Berat Serta 19 Luka Ringan
Fikal segera membantu mengevakuasi penumpang yang masih terjebak di dalam bus dan membawa mereka ke IGD RSUD Kayuagung.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres OKI, AKP Joko Edy Santoso, mengimbau sopir bus Irfan untuk menyerahkan diri setelah diketahui bahwa dia tidak mengalami luka-luka dan langsung pulang ke rumahnya pasca kecelakaan.
"Kami sudah mendatangi rumah sopir dan meminta keluarganya agar Irfan segera menyerahkan diri," ungkap AKP Joko Edy Santoso.
Sementara itu, Kapolsek Cempaka AKP Aston L Sinaga menambahkan, kecelakaan tersebut antara Fuso dan bus Minanga yang mengangkut penumpang anak - anak sekolah SDN 1 Harisan Jaya, Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur.
"Kurang lebih 31 guru dan wali murid berada di dalam Bus Minanga yang bepergian dari Palembang ke OKU Timur menabrak Fuso pengangkut pupuk yang berhenti tanpa rambu-rambu," jelas AKP Aston L Sinaga.
Keluarga korban yang meninggal dunia semalam segera menuju ke Rumah Sakit Kayuagung setelah mengetahui informasi tersebut.
"Hingga saat ini, anggota Polsek Cempaka terus memeriksa keadaan setelah peristiwa tersebut," ujarnya. (Deny/Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









