Sumsel

Mendagri Tito dan Mentan Amran Blusukan ke Pasar Palembang, Cek Harga dan Stok Pangan

Maman Suparman | 5 September 2025, 16:26 WIB
Mendagri Tito dan Mentan Amran Blusukan ke Pasar Palembang, Cek Harga dan Stok Pangan

AKURAT.CO SUMSEL Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman melakukan kunjungan mendadak ke Pasar KM 5, Kota Palembang, Jumat (5/9/2025).

Keduanya meninjau langsung harga bahan pokok dan memantau Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diadakan oleh Bulog Sumsel Babel.

"Kami datang secara spontan, tidak ada rencana sebelumnya. Kami hanya ingin melihat kondisi di lapangan," ujar Tito.

Dalam kunjungannya, Tito dan Amran berinteraksi langsung dengan para pedagang dan pembeli untuk menanyakan harga kebutuhan sehari-hari.

"Ibu, harga cabai merah berapa?" tanya Tito kepada seorang pedagang.

Pedagang itu menjawab, "Cabai merah Rp 40 ribu, cabai rawit merah Rp 50 ribu. Bawang merah dan putih Rp 40 ribu. Tomat Rp 10 ribu, sempat naik tapi sekarang sudah turun."

Baca Juga: Warga Kertapati Geger, Pria 65 Tahun Ditemukan Tewas dengan Luka di Leher

Setelah berbincang, kedua menteri tersebut memeriksa ketersediaan dan distribusi beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) serta kebutuhan pangan lainnya di dalam pasar.

Tito menyampaikan bahwa dari hasil pantauan, distribusi beras SPHP berjalan lancar. Ia juga mengapresiasi harga beras SPHP yang terjangkau, yaitu di bawah Rp 12.000 per kilogram.

"Harga yang terjangkau ini sangat membantu masyarakat. Tadi kami juga tanya ke warga, mereka bilang beli beras SPHP karena selain murah, kualitasnya juga bagus," jelas Tito.

Di sisi lain, Mentan Amran Sulaiman menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari kolaborasi antarinstitusi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan.

"Pemantauan harga di pasar bersama Mendagri ini adalah bentuk kolaborasi kami untuk menstabilkan harga. Biasanya, indikator harga yang melonjak itu beras, yang juga bisa memicu inflasi," kata Amran.

Ia menambahkan, inflasi di Indonesia saat ini berada di angka 2,31%, yang menunjukkan kondisi pangan yang stabil. Amran juga memastikan stok beras nasional sangat tinggi, mencapai 1,3 juta ton.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras tahun ini mengalami lonjakan sebesar 3 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya.

"Artinya, hasil pemantauan BPS, monitoring Kemendagri, dan produksi pertanian semuanya sinkron dan tervalidasi dengan baik," tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia