Ini Penyebab Menurunnya Angka Pernikahan di Indonesia, Begini Faktanya!

AKURAT.CO SUMSEL Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini merilis data yang menunjukkan tren penurunan angka pernikahan di Indonesia selama enam tahun terakhir.
Fenomena ini tak hanya terjadi di Indonesia, namun juga diamati di berbagai negara seperti Jepang, Singapura, Tiongkok, dan Korea Selatan.
Laporan Statistik Indonesia 2024 mengungkap penurunan signifikan angka pernikahan, terutama dalam kurun 2021 hingga 2023. Penurunan ini mencapai 2 juta pernikahan di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Daerah dengan penurunan paling drastis adalah DKI Jakarta 4 ribu pernikahan dan Jawa Barat 29 ribu pernikahan.
Dengan mempertimbangkan laporan Statistik Indonesia tahun 2022 dan 2021, terlihat bahwa angka pernikahan di Indonesia telah menurun selama enam tahun terakhir.
Berikut data mengenai angka pernikahan di Indonesa selama enam tahun terakhir:
- Tahun 2018: 2.016.171 pernikahan
- Tahun 2019: 1.968.878 pernikahan
- Tahun 2020: 1.792.548 pernikahan
- Tahun 2021: 1.742.049 pernikahan
- Tahun 2022: 1.705.348 pernikahan
- Tahun 2023: 1.577.255 pernikahan
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengungkapkan dua faktor utama yang menjadi penyebab menurunnya angka pernikahan di masyarakat.
Pertama, meningkatnya kasus perceraian dan perubahan persepsi terhadap pernikahan. Kepala BKKBN, Hasto Wardoto, menyatakan bahwa maraknya kasus perceraian, terutama di kalangan selebriti yang mudah dilihat melalui media sosial, telah memengaruhi pandangan masyarakat terhadap institusi pernikahan.
Kemudahan akses informasi tentang perceraian juga turut memperkuat persepsi negatif ini, sehingga masyarakat menjadi ragu untuk menikah karena takut mengalami kegagalan yang sama.
Kedua, Hasto juga menekankan peran kesehatan mental dalam kaitannya dengan pernikahan. Interaksi dengan individu yang memiliki pola pikir "toxic" dapat menciptakan hubungan yang tidak sehat dan menghambat seseorang untuk membangun komitmen pernikahan.
Dikombinasikan dengan perubahan gaya hidup dan kemandirian finansial perempuan, faktor-faktor tersebut mendorong individu untuk menunda pernikahan atau bahkan memilih untuk tidak menikah sama sekali.
Meskipun angka pernikahan menunjukkan tren menurun, BKKBN tetap optimis dan berfokus pada upaya untuk meningkatkan kualitas pernikahan dan membangun keluarga yang tangguh.
Upaya tersebut mencakup edukasi pra-nikah, program konseling pernikahan, dan intervensi untuk mencegah serta menangani kekerasan dalam rumah tangga. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026: Ada yang Berpeluang Dapat Rezeki dan Kabar Baik
- 5Cara Mencairkan Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Lewat Bank dan Kantor Pos
- 6Bianca Alessia Christabella Lantang, Putri Sulawesi Utara yang Dipercaya Membawa Baki Bendera Pusaka
- 7Apakah Hari Ini 18 Agustus 2026 Libur? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 8Deretan Promo Kuliner Spesial HUT Kemerdekaan RI ke 81, Makan Hemat Berlaku Sampai Akhir Agustus 2026
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








