Mengenal Tradisi Kidah-Kidahan, Fakta di Balik Video Viral Tunangan Anak Kecil di Muara Enim

AKURAT.CO SUMSEL Sebuah video yang menampilkan sepasang anak kecil bertunangan dengan megahnya telah menjadi viral di media sosial, memunculkan berbagai reaksi dari masyarakat.
Video ini mengungkapkan tradisi lokal yang dikenal sebagai Kidah-kidahan, yang memiliki akar kuat dalam budaya masyarakat suku Rambang.
Camat Rambang Niru,Fredy Febriansyah mengatakan tradisi Kidah-kidahan adalah bagian dari perayaan yang melibatkan banyak orang dari keluarga dekat hingga seluruh desa.
Tradisi ini tidak sekadar acara khitan atau sunatan bagi anak laki-laki, tetapi juga dianggap sebagai bentuk syukur atas keselamatan anak setelah menjalani proses khitan.
"Namanya Tradisi Kidah-kidahan,ini adalah tradisi masyarakat rambang, perayaan kidah-kidahan ini memang melibatkan orang banyak mulai dari keluarga dekat hingga warga satu desa,tradisi ini digelar untuk proses khitan atau sunat bagi anak laki-laki, maknanya sebagai bentuk rasa syukur telah di khitan," katanya, Kamis (11/7/2024).
Fredy juga mengatakan bahwa tradisi kidah-kidahan tersebut dilakukan oleh orang yang mampu.
"Karena acaranya mirip dengan resepsi pernikahan nyata, lamaran pengantin, dan resepsi pengantin, bahkan pengantin ciliknya duduk di pelaminan nyata, itu sebenarnya adalah syukuran khitanan," jelasnya.
Dikatakannya pada prinsipnya dirinya mendukung adanya tradisi tersebut dan perlu diselestarikan.
Baca Juga: 45 Adegan Rekonstruksi Pembunuhan Pegawai Koperasi di Palembang, Matikan CCTV hingga Jerat Leher
"Karena itu tradisi dari leluhur,Harapan kita kaum melenial juga paham akan tradisi ini sehingga bisa menjadi bahan media edukasi sejarah," katanya.
Sementara itu, Kades Aur Duri, Muslim, orang yang pernah menggelar tradisi kidah-kidahan untuk anaknya beberapa waktu yang lalu mengatakan bahwa tradisi kidah-kidahan tersebut adalah tradisi masyarakat Rambang.
"Kidahan itu adat istiadat suku Rambang, setelah anak laki di sunat maka seyogyanya mengidah atau kisah kidahan pada anak kecil perempuan, ini suatu tradisi budaya yang unik,"
"Selama ratusan tahun, tradisi ini ada dan di budayakan oleh suku Rambang, di mana anak yang disunat diarak dan di sanding untuk duduk di mahligai pelaminan seperti orang dewasa menikah," sambungnya.
Dikatakannya bahwa dalam Prosesi kidah-kidahan, orang tua anak laki laki yang di sunat akan menemui anak kecil perempuan dan kalau orang tua nya setuju makan orang tua laki laki akan mengadakan pertemuan ke rumah anak kecil perempuan seperti orang dewasa melamar.
"Semua keperluan anak perempuan kecil tersebut di siap kan sebagai hadiah dan menghargai orang tua perempuan untuk di berikan secara ikhlas," ungkapnya.
Bagi keluarga anak laki laki yang berpunya bisa menghabiskan dana puluhan juta untuk lamaran pengantin cilik ini, nanti setelah dilamar,akan di sanding kan seperti pengantin di dampingi orang tua nya masing-masing.
"Ini silaturahmi bukan jodoh- jodohan, hanya mempertahankan tradisi turun temurun," katanya.
Dikatakannya bahwa jika kedua anak tersebut dewasa,anak-anak tersebutpun tidak mesti terikat dan harus berjodoh.
"Karena tidak ada ikatan apapun, tapi biasanya setelah mengadakan acara kidah-kidahan, silaturahmi keluarga tidak akan terputus antara dua keluarga besar tersebut," tutupnya. (Ika)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









