Hitung-hitungan Untung dan Rugi Hotel di Palembang Akibat Pemadaman listrik di Sumsel

AKURAT.CO SUMSEL Pemadaman listrik yang melanda sejumlah provinsi di Pulau Sumatera, termasuk Sumatera Selatan, Rabu (4/6/2024) pukul 11.00 WIB, menyebabkan berbagai sektor mengalami gangguan operasional.
Selain terhentinya perjalanan Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan akibat matinya third rail, beberapa hotel di Palembang juga merasakan dampaknya.
Marketing Communication BATIQA Hotel Palembang, Novi Arianto menyatakan bahwa meskipun tingkat penghunian kamar (TPK) di hotel tersebut tidak terpengaruh secara signifikan karena sudah penuh sebelum terjadi pemadaman, biaya operasional meningkat tajam.
“Semua kamar sudah dipesan sebelum mati lampu, jadi tidak ada peningkatan pengisian kamar,” ujarnya, Rabu (5/6/2024).
Namun, penggunaan genset untuk menjaga aliran listrik tetap stabil mengakibatkan peningkatan biaya operasional hotel.
“Biaya tambahan untuk bahan bakar genset mencapai sekitar Rp7 juta hanya untuk satu malam,” katanya.
Baca Juga: Listrik Padam Melanda 4,3 Juta Pelanggan PLN di Sumbagsel! Sumsel Baru 74% Menyala
Di sisi lain, Marketing Communication Hotel Ibis Palembang, Dwiki, mengungkapkan bahwa terjadi peningkatan jumlah keterisian kamar hingga lebih dari 60% akibat pemadaman listrik selama sekitar 9 jam di wilayah tersebut.
“Kami mengalami peningkatan biaya operasional karena harus memastikan aliran listrik tetap tersedia menggunakan genset,” ujarnya.
Sebelumnya, Manajer Komunikasi dan TJSL PT PLN UID Sumsel, Jambi, dan Bengkulu (S2JB), Iwan Arissetyadhi menjelaskan bahwa proses pemulihan masih terus dilakukan oleh pihak PLN.
“Di wilayah Sumsel, sudah 74% pelanggan kembali mendapatkan listrik, di Bengkulu sudah 80%, Lampung 60%, Jambi baru sebagian, dan Bangka Belitung (Babel) sudah sepenuhnya normal,” jelas Iwan.
Gangguan transmisi SUTT 275 kV Linggau - Lahat ini mengakibatkan pemadaman listrik yang berdampak pada 4,3 juta pelanggan di wilayah S2JB serta beberapa provinsi lain, termasuk Lampung, Bangka Belitung, Aceh, Sumatera Utara, dan Riau.
“Sebanyak 3,4 juta pelanggan sudah kembali menikmati listrik, sementara sekitar 1 juta pelanggan masih dalam proses pemulihan,” tutupnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









