Sumsel

Kekayaan Lokal yang Terlupakan, Itik Pegagan Digadang Jadi Senjata Sumsel Lawan Stunting  

Maman Suparman | 15 September 2025, 20:00 WIB
Kekayaan Lokal yang Terlupakan, Itik Pegagan Digadang Jadi Senjata Sumsel Lawan Stunting  

AKURAT.CO SUMSEL Di tengah gempuran produk unggas modern, Sumatera Selatan (Sumsel) ternyata masih memiliki warisan lokal yang berpotensi besar untuk dikembangkan yakni Itik Pegagan.

Unggas khas rawa dan sawah ini tidak hanya dikenal sebagai penghasil telur bergizi tinggi, tetapi juga digadang-gadang menjadi solusi untuk mengatasi masalah sosial, termasuk kemiskinan dan stunting.

"Itik Pegagan ini merupakan kekayaan lokal yang sering terabaikan. Padahal, unggas tersebut penghasil telur bergizi tinggi," ungkap Pejabat Otoritas Veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel, Jafrizal, Senin (15/9/2025).

Menurut Jafrizal, Itik Pegagan sangat cocok dengan kondisi geografis Sumsel yang didominasi rawa. Itik ini mampu beradaptasi dengan lingkungan basah dan mudah dipelihara, bahkan tanpa lahan yang luas.

Baca Juga: Bocah 8 Tahun di Palembang Diduga Dianiaya Ayah Teman Saat Bermain Bola

Potensi ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengembangkan peternakan rakyat. Dengan modal sederhana, masyarakat desa bisa beternak dan menjual telur, bahkan mengolahnya menjadi produk makanan lain.

"Dampaknya akan membuka lapangan kerja baru, mengurangi pengangguran, sekaligus membantu keluarga keluar dari kemiskinan," jelasnya.

Telur Itik Pegagan, yang kaya akan protein, dinilai sangat berpotensi untuk dimasukkan dalam program gizi pemerintah. Hal ini bisa menjadi solusi untuk menekan angka stunting dan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Telur Itik Pegagan ini bisa digunakan dalam program gizi pemerintah, baik untuk balita, ibu hamil, maupun pelajar. Jadi selain melestarikan kekayaan lokal, kita juga sedang berinvestasi untuk menyelamatkan generasi masa depan," tutup Jafrizal.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia