Sumsel

Penyedia MBG di Muratara Bagikan Tips Jaga Kualitas Menu agar Tidak Sebabkan Masalah Kesehatan

Maman Suparman | 24 September 2025, 18:23 WIB
Penyedia MBG di Muratara Bagikan Tips Jaga Kualitas Menu agar Tidak Sebabkan Masalah Kesehatan

AKURAT.CO SUMSEL Isu keracunan makanan dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sempat memicu keresahan di sejumlah daerah.

Namun, penyedia dapur MBG di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) tepatnya di Muara Rupit menegaskan bahwa persoalan tersebut bisa diminimalisir jika pengolahan dilakukan sesuai standar kebersihan.

Pengelola Sentra Penyediaan Pangan Gotong Royong (SPPG) Lawang Agung Dapur Abadi, Novi Marlina, mengungkapkan beberapa langkah yang diterapkan tim dapurnya untuk memastikan makanan aman dikonsumsi anak-anak sekolah.

“Kalau soal sayur, kami cuci benar-benar bersih. Biasanya direndam air garam agar ulat atau kotoran hilang. Setelah itu baru dimasak menggunakan alat khusus yang jarang dipakai untuk hal lain, supaya tetap steril,” jelas Lina, Rabu (24/9/2025).

Untuk mencegah makanan cepat basi, Lina memastikan bumbu ditumis hingga kering dan kuah dimasak sampai benar-benar mendidih.

“Masakan tidak boleh diangkat dalam kondisi setengah matang. Semua harus betul-betul matang supaya aman,” tegasnya.

Terkait isu keracunan yang dialami sebagian siswa, Novi meragukan hal itu bersumber dari dapur penyedia.

Baca Juga: Kasus Keracunan Siswa, Herman Deru Minta Investigasi Tuntas Program MBG

“Kalau benar dari dapur, seharusnya semua anak terdampak. Tapi kenyataannya hanya sebagian. Jadi saya rasa perlu ada penelusuran lebih jauh,” ujarnya.

Selain mengutamakan kebersihan, ia menekankan bahwa menu MBG selalu disusun berdasarkan resep dari ahli gizi.

“Kami tidak asal masak. Semua menu ditentukan dan disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak-anak,” katanya.

Meski ada kritik agar MBG dihentikan, Novi menilai program ini justru membawa manfaat besar, terutama bagi anak-anak di desa.

“Mereka senang sekali, bahkan sering request menu. Orang tua pun berterima kasih karena merasa terbantu. Selain itu, MBG juga membuka peluang kerja bagi masyarakat yang belum memiliki penghasilan,” ungkapnya.

Menurut Novi, pro dan kontra wajar muncul, namun ia menilai keberadaan MBG sangat penting bagi keluarga kurang mampu.

“Kalau pengelolaan dapur sesuai standar, insya Allah program ini berjalan aman dan bermanfaat,” tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia