Sumsel

Belum Genap 2 Bulan Menjabat, Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN

Septiyanti Dwi Cahyani | 22 Juli 2026, 08:23 WIB
Belum Genap 2 Bulan Menjabat, Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN
Nanik S Deyang mengundurkan diri dari Kepala BGN (Instagram/dirgayuza)

AKURAT. CO SUMSEL - Kabar mengejutkan datang dari Badan Gizi Nasional.

Nanik S Deyang, Kepala BGN yang baru dilantik pada 8 Juni 2026 lalu dilaporkan mengundurkan diri dari jabatannya.

Kabar mundurnya Nanik ini disampaikan langsung oleh Nanik melalui akun Facebook pribadinya.

Baca Juga: Perang AS Iran Meluas, Giliran Suriah Dibombardir Rudal IRGC

Adapun soal alasan, mantan jurnalis ini mengaku berkaitan dengan pengobatan jantung yang akan ia jalani di luar negeri.

"Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu (22/7/2026) saya berangkat," kata Nanik dalam status di akun Facebook-nya.

Nanik mengaku sudah menyampaikan pengunduran dirinya ini kepada Presiden secara langsung.

Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Cair Mulai 20 Juli, Ini Desil yang Jadi Prioritas Penerima Bantuan

Lebih lanjut, Nanik menjelaskan bahwa kemungkinan Presiden Prabowo Subianto akan membentuk dewan pengawas BGN ke depannya.

Kabar mundurnya Nanik dari Kepala BGN juga dibenarkan oleh Asisten Khusus Presiden, Dirgayuza Setiawan.

"Hari ini, 22 Juli 2026, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," kata Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, di akun Instagram, Rabu (22/7/2026).

Baca Juga: Karhutla Kian Meluas, Kemenhut Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Sumsel Selama 12 Hari

Dalam unggahan tersebut, Dirgayuza mengaku telah mengenal Nanik sejak 2014, saat-saat menjelang pemilu berlangsung.

Di matanya, Nanik digambarkan sebagai sosok yang tak bisa berhenti peduli terhadap rakyat kecil.

"Lebih dari satu dekade saya melihat satu hal yang tidak pernah berubah darinya: ia tidak bisa diam ketika melihat rakyat menghadapi ketidakadilan dan kesulitan," ujarnya.

Baca Juga: Jumlah Kasus Demam Berdarah dan TB di Palembang Hingga Pertengahan Tahun 2026, Ini Rinciannya

Mulai dari mengungkap kasus Wilfrida Soik hingga menggagas becak listrik bagi pengayuh becak lansia.

Dalam sekitar satu setengah bulan memimpin, Dirgayuza mengungkapkan jika Nanik telah membongkar berbagai persoalan dan meletakkan fondasi reformasi.

Termasum mengevaluasi hampir 28.000 SPPG, mengklasifikasikan 3.000 dapur berdasarkan standar mutu, menghentikan ekspansi dapur di wilayah jenuh, menemukan 414 SPPG bermasalah sehingga ratusan miliar rupiah kembali ke kas negara, membentuk 11 tim reformasi, memfokuskan MBG ke penerima manfaat yang paling membutuhkan, serta menghadirkan para profesional dari lintas kementerian dan lembaga. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.