Sumsel

Inflasi Nasional Tembus 4,7 Persen, Mendagri Minta Pemprov Sumsel Perketat Pengawasan Jelang Lebaran

Kurnia | 10 Maret 2026, 22:00 WIB
Inflasi Nasional Tembus 4,7 Persen, Mendagri Minta Pemprov Sumsel Perketat Pengawasan Jelang Lebaran

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul lonjakan angka inflasi nasional yang kini telah menyentuh angka 4,7 persen.

Peringatan serius ini disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Daerah yang diikuti Sekretaris Daerah Sumsel, Edward Candra, secara virtual, Senin (9/3/2026).

Angka inflasi Januari 2026 sebesar 4,7 persen tersebut dinilai telah melampaui target nasional yang dipatok pada kisaran 2,5\% \pm 1,5\%. Mendagri menegaskan, meski secara teori masuk kategori ringan, dampaknya sangat memukul daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.

"Kondisi ini menunjukkan inflasi telah melampaui target. Dampaknya cukup besar, terutama bagi kelompok masyarakat ekonomi lemah di desil 1 hingga 4," tegas Tito dalam arahannya dari Jakarta.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam Rakornas, komoditas penyumbang inflasi terbesar saat ini justru datang dari sektor perawatan pribadi dan emas perhiasan. Selain itu, faktor distribusi dan bencana alam di sejumlah daerah, seperti Aceh, turut memperparah tekanan inflasi di tingkat regional.

Terkait kinerja fiskal, per 6 Maret 2026, realisasi belanja daerah secara nasional tercatat mencapai 11,68 persen. Meski secara nominal masih di bawah capaian tahun lalu, persentase ini menunjukkan tren percepatan penyerapan anggaran di awal tahun.

Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Mendagri memberikan instruksi khusus kepada seluruh kepala daerah, termasuk di Sumatera Selatan, untuk memastikan stabilitas harga pangan.

Baca Juga: Awal 2026, BPBD Sumsel Catat 33 Bencana Alam, Banjir Paling Dominan

"Permintaan daging sapi dan kebutuhan pokok pasti melonjak. Pemda harus berkoordinasi dengan distributor dan asosiasi pedagang. Jika harga mulai liar, segera lakukan intervensi melalui Gerakan Pasar Murah (GPM)," tambahnya.

Selain urusan perut, aspek keselamatan di objek wisata juga menjadi sorotan. Pemprov Sumsel diminta tidak menganggap remeh lonjakan pengunjung di tempat wisata selama libur Lebaran.

Pengawasan ketat dan manajemen kerumunan harus dilakukan secara optimal guna mencegah potensi insiden maupun dampak bencana alam di lokasi wisata.

Merespons arahan tersebut, Sekda Sumsel Edward Candra menyatakan akan segera melakukan koordinasi lintas sektor guna memastikan ketersediaan pasokan barang dan menjaga stabilitas harga di wilayah Sumatera Selatan agar tetap terjangkau oleh masyarakat hingga hari raya tiba.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia