Sumsel

BI Sumsel: Telur, Bawang, dan Ikan Patin Jadi Penyumbang Inflasi di Ramadan 2025

Maman Suparman | 5 Maret 2025, 17:30 WIB
BI Sumsel: Telur, Bawang, dan Ikan Patin Jadi Penyumbang Inflasi di Ramadan 2025

AKURAT.CO SUMSEL Ramadan dan Idulfitri 2025, harga sejumlah komoditas pangan di Sumatera Selatan (Sumsel) diperkirakan mengalami kenaikan yang signifikan.

Kepala KPwBI Sumatera Selatan, Ricky Perdana Gozali, mengatakan bahwa pihaknya mencatat bahwa lonjakan harga biasanya terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, seperti telur ayam ras dan aneka bawang.

"Selain itu, ikan patin juga menjadi penyumbang inflasi, mengingat tingginya permintaan untuk bahan dasar pempek yang dikonsumsi saat Lebaran. Selain pangan, harga tiket pesawat juga diprediksi meningkat akibat tingginya mobilitas masyarakat yang mudik," katnaya, Rabu (5/3/2025).

Ia menegaskan bahwa kenaikan harga selama Ramadan umumnya disebabkan oleh meningkatnya permintaan masyarakat. Namun, ia memastikan daya beli masyarakat masih dalam kondisi baik.

“Kami mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak selama Ramadan. Dengan membeli secukupnya dan menghindari pemborosan, kita dapat bersama-sama menjaga stabilitas harga serta mempertahankan daya beli,” ujar Ricky.

Baca Juga: Peredaran Uang Palsu di Sumsel Turun, BI: Uang Palsu Tak Bisa Ditukar

Sebagai langkah pengendalian inflasi, KPwBI Sumatera Selatan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) telah menggelar High Level Meeting (HLM) pada 23 Januari 2025.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai strategi dirumuskan untuk memastikan harga tetap terkendali selama Ramadan dan Idulfitri.

“Kami bersama TPID terus melakukan pemantauan harga dan stok secara rutin, melakukan inspeksi mendadak (sidak), serta respons cepat apabila ada lonjakan harga komoditas pangan utama yang berpotensi mendorong inflasi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar operasi pasar murah,” tambah Ricky.

Selain itu, BI juga mendorong kerja sama antar daerah (KAD) dengan wilayah yang memiliki surplus komoditas guna menjamin pasokan tetap stabil.

Koordinasi rutin antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat juga dilakukan untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga yang signifikan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia