Sumsel

Ratusan Siswa di PALI Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis, Dinkes Sumsel Lakukan Investigasi

Maman Suparman | 6 Mei 2025, 13:00 WIB
Ratusan Siswa di PALI Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis, Dinkes Sumsel Lakukan Investigasi

AKURAT.CO SUMSEL Dinkes Sumsel membenarkan adanya dugaan kasus keracunan massal yang dialami puluhan siswa di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (5/5/2025).

Sebanyak 121 siswa dari jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA mengalami gejala seperti mual, muntah, dan pusing. Seluruhnya sempat dilarikan ke RSUD Talang Ubi dan sejumlah puskesmas di wilayah tersebut untuk mendapatkan penanganan medis.

“Gejalanya mual, muntah, dan pusing. Mereka mendapatkan perawatan intensif, sebagian dirawat di RSUD Talang Ubi dan sebagian lagi di puskesmas,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Sumsel, Dedi Irawan, dalam keterangannya, Selasa (6/5/2025).

Dedi menjelaskan, sebanyak 50 siswa telah diperbolehkan pulang usai menjalani perawatan. Sementara itu, 71 siswa lainnya masih dalam pengawasan tim medis untuk observasi lebih lanjut guna memastikan kondisi mereka benar-benar stabil.

Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Wanita Paruh Baya di Palembang Berhasil Diciduk Polisi

Insiden diduga terjadi setelah para siswa menyantap makanan MBG sekitar pukul 11.00 hingga 12.00 WIB. Seluruh makanan tersebut diketahui berasal dari satu penyedia layanan pangan (SPPG) yang menjadi mitra dalam program MBG di wilayah tersebut.

“Di PALI, program makan bergizi ini sudah berjalan sejak Februari lalu, sebelum bulan Ramadan. Satu SPPG melayani sekitar 2.000 hingga 3.000 siswa,” terang Dedi.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten PALI telah mengambil sampel sisa makanan yang dikonsumsi oleh para siswa untuk diuji di laboratorium. Selain itu, air yang digunakan dalam proses memasak di dapur SPPG juga turut dikumpulkan untuk diteliti lebih lanjut.

“Sampel makanan dan air telah kami ambil untuk pemeriksaan laboratorium. Hasilnya akan menjadi dasar untuk mengetahui penyebab pasti dari dugaan keracunan ini,” kata Dedi.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia