Sejarah Baru, Timnas Indonesia Raih Peringkat 123 FIFA, Terbaik dalam 15 Tahun Terakhir

AKURAT. CO SUMSEL - Timnas Indonesia saat ini menduduki peringkat 123 FIFA.
Hal ini menjadi prestasi terbaik bagi Timnas Indonesia dalam 15 tahun terakhir.
Kemenangan Indonesia atas Bahrain pada laga Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Maret lalu berhasil mendongkrak posisi Timnas Indonesia di FIFA.
Kini Indonesia pun naik empat peringkat hingga menduduki posisi 123 di rangking FIFA terkini yang diperbarui pada Kamis 3 April 2025.
Timnas Indonesia berhasil mengumpulkan total 1.142,92 poin.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengungkapkan rasa syukurnya atas peningkatan rangking yang berhasil diraih Timnas Indonesia.
"Alhamdulillah kemenangan atas Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia zona Asia membuat posisi Indonesia di ranking FIFA naik 4 peringkat ke posisi 123," ujar Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Lebih lanjut, Erick Thohir mengatakan posisi ini menjadi yang terbaik selama 15 tahun terakhir.
"Peringkat ke-123 ini merupakan posisi terbaik Indonesia di ranking FIFA dalam 15 tahun terakhir," imbuhnya.
Baca Juga: Arus Balik Lebaran 2025: Peningkatan Penumpang di Pelabuhan Tanjung Api-Api Sumsel
Ketua PSSI itu juga mengatakan, akan bekerja keras dan berusaha membawa Indonesia sampai masuk peringkat 100 dunia.
Dikutip dari berbagai sumber, kali terakhir Timnas Indonesia berada dalam posisi yang lebih tinggi adalah di ranking FIFA rilisan 16 Desember 2009.
Pada saat itu, pasukan Garuda berhasil ada di posisi 120 FIFA.
Baca Juga: KPU Empat Lawang Lantik PPK, PPS, dan KPPS Persiapkan Pemungutan Suara Ulang 19 April 2025
Setelah itu, posisi Timnas berangsur-angsur menurun.
Bahkan pada Agustus 2016, Timnas Indonesia sempat berada di peringkat 191 dunia.
Posisi Indonesia kembali meningkat sejak awal era kepelatihan Shin Tae Yong (STY) pada 2021 hingga saat ini Timnas Indonesia masih terus merangkak naik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









