Sumsel

Kerusuhan di Lapas Narkotika Muara Beliti, Puluhan Ruangan Rusak, Petugas Masih Sisir Lokasi

Maman Suparman | 8 Mei 2025, 14:40 WIB
Kerusuhan di Lapas Narkotika Muara Beliti, Puluhan Ruangan Rusak, Petugas Masih Sisir Lokasi

 

AKURAT.CO SUMSEL Suasana mencekam melanda Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II Muara Beliti, Sumatra Selatan (Sumsel), Kamis (8/5/2025).

Sekitar pukul 09.30 WIB, kerusuhan pecah dan menyebabkan kerusakan di sejumlah fasilitas lapas. Petugas gabungan masih berjibaku mensterilkan area hingga siang hari.

Informasi sementara menyebutkan bahwa ratusan narapidana terlibat dalam aksi anarkis yang ditandai dengan pelemparan batu ke sejumlah ruangan.

Kaca-kaca pecah, dan beberapa area mengalami kerusakan. Penyebab kerusuhan belum dapat dipastikan, namun otoritas langsung merespons dengan pengerahan kekuatan tambahan dari kepolisian dan TNI.

Mobil taktis seperti barakuda dan water canon dikerahkan untuk mengendalikan situasi. Ambulans juga disiagakan di halaman depan lapas sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan jatuhnya korban.

Salah satu saksi mata, penceramah kondang Abdul Somad, yang sedang berada di dalam lapas untuk mengisi kegiatan keagamaan, mengaku terjebak saat insiden berlangsung.

“Tiba-tiba terjadi keributan. Saya belum sempat menyampaikan materi, langsung terdengar kekacauan dan asap mulai masuk. Mata terasa perih,” ujarnya.

Somad menuturkan dirinya terisolasi bersama beberapa petugas selama hampir 30 menit sebelum berhasil dievakuasi. Meski begitu, ia memastikan tidak mengalami luka maupun gangguan serius.

Hingga pukul 11.00 WIB, aparat keamanan berhasil mengambil alih situasi usai menembakkan gas air mata ke arah narapidana yang melakukan perlawanan.

Kepolisian masih menyelidiki penyebab utama kerusuhan dan belum mengeluarkan pernyataan resmi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia