Sumsel

Respon Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Soal Kesepakatan Tarif Dagang Amerika Serikat dan China

Maman Suparman | 13 Mei 2025, 17:00 WIB
Respon Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Soal Kesepakatan Tarif Dagang Amerika Serikat dan China

AKURAT.CO SUMSEL Kesepakatan baru yang tengah dijajaki antara Amerika Serikat dan China terkait tarif dagang menjadi sorotan dunia.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro, mengingatkan bahwa meskipun Indonesia tidak terlibat langsung dalam perang dagang dua negara adidaya tersebut, dampaknya terhadap perekonomian nasional tetap perlu diantisipasi secara serius.

Menurut Fauzi, perubahan kebijakan tarif antara AS dan China berpotensi mengalihkan arus perdagangan global dan memengaruhi harga komoditas di pasar internasional.

"Kesepakatan tarif antara Amerika dan China bukan sekadar urusan dua negara. Ini akan menimbulkan gelombang baru dalam pola perdagangan global, dan Indonesia sebagai negara yang tergabung dalam rantai pasok dunia tidak bisa diam," ujar Fauzi Amro, Selasa (13/5/2025).

Baca Juga: Honda NS150LA Resmi Meluncur! Skuter Retro Modern Penantang Vespa Primavera

Fauzi menjelaskan bahwa selama ini sekitar 32 persen ekspor Indonesia ditujukan ke China, dan hubungan dagang kedua negara berjalan tanpa hambatan tarif.

Sementara itu, ekspor Indonesia ke Amerika Serikat hanya mencakup sekitar 9 persen dari total ekspor nasional. Namun, ketegangan dan kesepakatan tarif antara AS dan China tetap bisa menciptakan efek domino.

“Dampak tidak selalu datang dari perang, tetapi juga dari rekonsiliasi yang mengubah arah arus barang. Jika tarif antara dua negara besar ini diturunkan, produk Indonesia bisa kalah bersaing baik dari sisi harga maupun volume ekspor,” tambah politisi Partai NasDem tersebut.

Sebagai upaya untuk mengurangi dampak tersebut, pemerintah Indonesia terus melakukan negosiasi terkait tarif perdagangan. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia