Sumsel

Besok Kamis 25 Juni 2026 Jadwal Puasa Asyura, Berikut Sejarah dan Keutamaannya

Septiyanti Dwi Cahyani | 24 Juni 2026, 07:00 WIB
Besok Kamis 25 Juni 2026 Jadwal Puasa Asyura, Berikut Sejarah dan Keutamaannya
Ilustrasi iftar.

AKURAT. CO SUMSEL - Memasuki bulan Muharam, ada salah satu ibadah yang dianjurkan dilakukan umat muslim.

Amalan itu dinamakan Puasa Asyura.

Puasa Asyura merupakan puasa sunah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan pada tanggal 10 Muharram dalam kalender Hijriah.

Baca Juga: Ratusan Warga Demo di DPRD Sumsel, Desak Program Makan Bergizi Gratis Tetap Dilanjutkan

Puasa ini memiliki keutamaan yang besar, yakni dapat menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang telah berlalu.

Pada tahun 2026, tanggal 10 Muharam bertepatan dengan 25 Juni 2026 yang jatuh pada hari Kamis, besok.

Oleh karenanya, bagi Anda yang tidak sedang sakit atau berhalangan lainnya, jangan sampai melewatkan puasa ini karena banyak keutamaannya. Apa saja? Temukan jawabannya berikut ini.

Baca Juga: Harga Emas Antam Selasa 23 Juni 2026 di Palembang Naik Tipis, Cek Rinciannya di Sini

Keutamaan Puasa Asyura

1. Puasa di bulan Muharam adalah sebaik-baik puasa

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Muslim, Nabi Muhammad disebut menyatakan bahwa puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah Puasa Asyura. Berikut arti hadisnya:

Baca Juga: Daftar Top Skor Piala Dunia Sepanjang Masa, Messi Puncaki Persaingan Kalahkan Mbappe dan Klose

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163).

2. Puasa Asyura Menghapus Dosa Satu Tahun yang Lalu

Dalam sebuah hadis lainnya disebutkan, saat ditanya tentang keistimewaan Puasa Asyura, Nabi Muhammad menjawab puasa tersebut akan menghapus dosa satu tahun yang lalu.

Baca Juga: Bleach TYBW Bagian Terakhir Resmi Tayang Juli 2026, Perjalanan Ichigo Kurosaki Segera Berakhir

Adapun menurut Imam Nawawi, yang dimaksudkan pengampunan dosa di sini adalah dosa kecil sebagaimana beliau penerangkan masalah pengampunan dosa ini dalam pembahasan wudhu.

Namun diharapkan dosa besar pun bisa diperingan dengan amalan tersebut.

Jika tidak, amalan tersebut bisa meninggikan derajat seseorang.

Baca Juga: Lee Joon Gi Diincar Bintangi Film Netflix “Dochabi”, Siap Tampil Sebagai Antagonis?

Sementara itu, Ibnu Taimiyah berpendapat secara mutlak setiap dosa bisa terhapus dengan amalan seperti puasa Asyura.

Sejarah Puasa Asyura

Pada masa Nabi Muhammad, puasa Asyura dilakukan dalam beberapa tahap berikut:

Baca Juga: Harga Minyakita Dipastikan Tetap Rp15.700, Pemerintah Fokus Jaga Pasokan di Pasar

Tahapan pertama: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan puasa ‘Asyura di Makkah namun tidak perintahkan yang lain untuk melakukannya.

Tahapan kedua: Ketika tiba di Madinah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat Ahlul Kitab melakukan puasa ‘Asyura dan memuliakan hari tersebut.

Lalu ikut berpuasa ketika itu. Setelah itu, Nabi mulai memerintahkan pada para sahabat untuk ikut berpuasa.

Baca Juga: Masyarakat Palembang Harus Tahu, CFD Ampera Libur Sementara pada 28 Juni 2026

Tahapan ketiga: Ketika diwajibkannya puasa Ramadan, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memerintahkan para sahabat untuk berpuasa ‘Asyura dan tidak terlalu menekankannya.

Namun, Nabi mengatakan bahwa siapa yang ingin berpuasa, silakan dan siapa yang tidak ingin berpuasa, silakan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.