Sumsel

Sinopsis Film Doti Tumbal Ilmu Hitam, Terinspirasi dari Kepercayaan Masyarakat Sulawesi Selatan

St Shofia Munawaroh | 24 Juli 2025, 07:00 WIB
Sinopsis Film Doti Tumbal Ilmu Hitam, Terinspirasi dari Kepercayaan Masyarakat Sulawesi Selatan

AKURAT. CO SUMSEL - Indonesia kembali menampilkan film horor bertajuk Doti Tumbal Ilmu Hitam.

Film horor garapan sutradara Bayu Pamungkas ini, dijadwalkan tayang perdana pada hari ini, Kamis (24/7/2025).

Ceritanya terinspirasi dari kisah nyata yang terjadi di Sulawesi pada tahun 1999. 

Baca Juga: Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Kembali Diperiksa Terkait Kasus Korupsi Pasar Cinde

Sinopsis Doti Tumbal Ilmu Hitam

Cerita dalam film ini berpusat pada tokoh bernama Ikhsan.

Dia digambarkan sebagai santri yang memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di desa Jonjo, Sulawesi Selatan untuk berziarah ke makam sang ayah, Daeng Rate.

Baca Juga: Kasus Baru HIV/AIDS di Sumsel Tembus 432, Palembang Paling Banyak

Sosok Daeng Rate diceritakan meninggal secara tragis 15 tahun silam setelah dituduh menjadi dukun ilmu hitam.

Setelah menemukan makam ayahnya dibiarkan rusak tanpa perawatan, Ikhsan pun berniat untuk memulihkan kehormatan ayahnya sekaligus memperbaiki musala desa yang sudah lama terbengkalai.

Namun seiring kehadiran Ikhsan, satu persatu warga meninggal secara misterius.

Baca Juga: 1.778 Tenaga Honorer R4 Palembang Didorong Jadi PPPK Paruh Waktu, Pemkot Sudah Ajukan ke Kemenpan RB

Dia kemudian dituding sebagai pembawa sial di desa tersebut. 

Daftar Pemain Doti Tumbal Ilmu Hitam

  1. Ahmad Pule
  2. Billy Budjanger
  3. Della Ogini
  4. Jerry Wong
  5. Anita Tanjung
  6. Sri Herawati

Baca Juga: Beredar Hasil Autopsi Arya Daru Korban Pembunuhan, Kompolnas: Saya Juga Baca, Enggak Ada Itu

Proses Produksi Film Doti Tumbal Ilmu Hitam

Dalam proses produksinya, Bayu Pamungkas sang sutradara bekerja sama dengan Yehezkiel Amir sebagai penulis sekaligus produser film.

Selain itu turut hadir 786 Production dan Ruang Visual Production sebagai rumah produksi dari film ini.

Baca Juga: Kasat Lantas Polrestabes Palembang Tanggapi Aksi Mahasiswa Ngamuk Saat Ditilang

Menariknya, proses syuting film ini sepenuhnya dilakukan di Desa Jonjo, Parigi, Sulawesi Selatan, lokasi yang menjadi saksi peristiwa aslinya.

Bayu menyebut film ini sebagai elevated horror, yakni jenis horor yang lebih menekankan teror psikologis dan batiniah ketimbang sekadar penampakan hantu.

Karena di dalam film, penonton akan disuguhkan atmosfer mencekam dan cerita yang kuat secara naratif dan emosional.

Baca Juga: Hotspot di Sumsel Tembus 898 Titik pada Juli 2025

Doti sendiri dalam kepercayaan masyarakat Sulawesi dikenal sebagai ilmu hitam pemusnah jiwa yang setara dengan santet atau teluh.

Doti juga dikenal sebagai salah satu praktik ilmu hitam paling menakutkan di wilayah Timur Indonesia.(*) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.