Sumsel

Pecah Rekor Lagi, Agak Laen 2 Menyala Pantiku Raih 3 Juta Penonton dalam 7 Hari Penayangan

St Shofia Munawaroh | 4 Desember 2025, 08:00 WIB
Pecah Rekor Lagi, Agak Laen 2 Menyala Pantiku Raih 3 Juta Penonton dalam 7 Hari Penayangan

AKURAT. CO SUMSEL - Film Agak Laen Menyala Pantiku kembali memecah rekor. Dalam tujuh hari penayangan, film ini mampu meraup tiga juta penonton.

Kabar bahagia ini diumumkan langsung oleh sang produser film Ernest Prakasa melalui akun Instagram pribadinya @ernestprakasa.

Dalam unggahannya, Ernest membagikan klip adegan film yang menunjukkan karakter yang diperankan Mukhaldy Acho tengah menawar motor milik Indra Jegel.

Baca Juga: Pelaku Pembunuhan Pengusaha Kemplang di Palembang Ditangkap di Bandung Setelah Buron Sepekan

“Tiga juta ya?” ujar Acho dalam adegan tersebut.

“Hah? Tiga juta?” sahut Jegel.

Selain mengumumkan pencapaian terbaik itu, Ernest juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah menonton film yang dibintangi oleh Boris Bokir, Indra Jegel, Bene Dion, dan Oki Rengga tersebut.

Baca Juga: Rasio Gini Sumsel 2025: Palembang Tertinggi, Musi Rawas Utara Terendah

"Terima kasih buat semua penonton, semoga hatimu riang dan langkahmu lebih ringan" tulis Ernest mengikuti unggahannya.

Rekor Tembus Lebih dari 250 Ribu Penonton Hari Pertama

Sebelumnya, film Agak Laen 2 ini juga telah memecahkan rekor dengan merain 272.846 penonton di hari pertama penayangan.

Baca Juga: Jadwal Terbaru Timnas U 22 di Sea Games 2025 Thailand Usai Kamboja Undur Diri

Angka ini disebut lebih unggul daripada film Agak Laen yang pertama.

Sementara pada hari kelima, film garapan sutradara Muhadkly Acho itu telah menembus 2 juta penonton.

Sinopsis Singkat Agak Laen Menyala Pantiku

Baca Juga: Bukan Pengurangan Kuota, Gubernur Sumsel Jelaskan Aturan Baru SPBU Solar Hanya Pengaturan Lokasi

Dibintangi oleh kuartet komika Boris Bokir, Indra Jegel, Bene Dion, dan Oki Rengga, film ini bercerita tentang empat detektif yang selalu gagal melaksanakan misi.

Mereka kemudian mendapatkan satu kesempatan terakhir untuk menyamar dan menyusup ke sebuah panti jompo demi mencari buronan kasus pembunuhan anak wali kota.(*) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.