Tunggu Tubang, Tradisi Adat Masyarakat Semende Menjaga Warisan Kopi Semendo Sumsel

AKURAT. CO SUMSEL - Tunggu Tubang merupakan sebuah tradisi adat masyarakat Semende, Kabupaten Muara Enim dalam menjaga warisan peninggalan orang tua.
Termasuk, rumah, sawah, tebat (kolam ikan) hingga kebun penghasil kopi robusta maupun arabika yang berasal dari tanah Semende.
Dalam tradisi ini harta waris akan diberikan kepada anak perempuan tertua dalam keluarga.
Baca Juga: Utang Rp 4 Juta Berujung Teror, Seorang Wanita di Palembang Disekap dan Dirampas HPnya
Tradisi inilah yang juga dilakukan para petani kopi semendo hingga akhirnya bisa menghasilkan robusta terbaik di Nusantara.
Seperti diketahui, Semendo merupakan salah satu daerah penghasil kopi robusta terbesar sekaligus terbaik di Provinsi Sumatera Selatan.
Baca Juga: Upah Buruh Perempuan di Sumsel Masih Jauh di Bawah Laki-laki, Apindo: Ini Masalah Sistemik
Kini, daerah tersebut juga berpotensi menghasilka kopi arabika yang berkualitas tinggi.
Di ketinggian 800 hingga 1.400 meter di atas permukaan laut, kopi arabika Semendo tumbuh subur di lahan seluas 23.000 hektar dengan cita rasa khas.
Baca Juga: Razia Gabungan di Sudirman Palembang Sikat 30 Kendaraan, Mayoritas Motor Tak Lengkap
Yakni perpaduan antara sedikit rasa asam, aroma gula aren, dan sentuhan rasa buah.
Kopi semendo bukanlah sekedar komoditas yang bisa dikembangkan dan diekspor ke mancanegara.
Baca Juga: Tertidur Saat Menginap, Motor Pemuda Asal Bangka Belitung Dibawa Kabur Maling di Palembang
Kopi Senendo merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Semende, Kabupaten Muara Enim.
Sejak abad 19, masyarakat setempat telah menjaga tradisi pengolahan kopi melalui sistem warisan adat yang tak lain adalah Tunggu Tubang.
Baca Juga: Disabilitas Paruh Baya di Palembang Jadi Korban Pembacokan Tanpa Sebab
Dengan teknik pengolahan yang sudah turun temurun, ditambah pendampingan ahli dari pemerintah, tak heran jika Semendo mampu menghasilkan biji kopi terbaik yang kini juga telah bersaing di pasar internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









