Sumsel

Pulang Kerja, Pria di Palembang Mengaku Dikeroyok Lima Orang Usai Salah Paham di Jalan

Deny Wahyudi | 24 Juli 2026, 15:01 WIB
Pulang Kerja, Pria di Palembang Mengaku Dikeroyok Lima Orang Usai Salah Paham di Jalan
Pulang Kerja, Pria di Palembang Mengaku Dikeroyok Lima Orang Usai Salah Paham di Jalan

AKURAT.CO SUMSEL Seorang pria bernama Muhammad Damsir (35), warga Jalan Tegal Binangun, Kecamatan Plaju, Palembang, melaporkan dugaan pengeroyokan yang dialaminya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, Jumat (24/7/2026).

Korban mengaku menjadi sasaran pengeroyokan oleh lima orang tak dikenal di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II, tepatnya di kawasan Simpang Kades, Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Sukarami, pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 21.40 WIB.

Akibat kejadian tersebut, Damsir mengalami sejumlah luka di beberapa bagian tubuh.

Di antaranya luka lecet dan memar pada hidung hingga mengeluarkan darah, memar di leher, luka pada bibir, telinga kiri, pipi kiri, pipi kanan, serta bengkak di bagian kepala.

Selain itu, korban juga mengalami lecet pada pergelangan tangan kanan, memar di tangan kanan, lecet di dada, dan mengeluhkan sakit pada mata kanan.

Kepada petugas, Damsir menceritakan insiden itu bermula saat dirinya pulang bekerja dengan mengendarai sepeda motor menuju rumahnya.

Baca Juga: ASN Bisa WFA Tanpa Tunggu Surat Edaran Baru, Pemerintah Pastikan Layanan Publik Tetap Optimal

Menurutnya, sesampainya di lokasi kejadian, sebuah mobil mengambil jalur terlalu ke kanan hingga nyaris menyerempet kendaraannya. Secara spontan ia berteriak "Woy" ke arah mobil tersebut.

Namun, teriakan itu diduga disalahartikan oleh seorang pengendara sepeda motor yang berada tepat di sampingnya.

"Pengendara motor itu mengira saya meneriakinya. Dia langsung berhenti, turun dari motor, lalu memukul saya berkali-kali hingga saya terjatuh. Bahkan dia sempat menduduki tubuh saya. Kejadian itu akhirnya dilerai warga yang melintas," ujar Damsir.

Setelah situasi sempat mereda, korban mengaku mengambil kunci sepeda motor milik pria tersebut dengan maksud agar persoalan diselesaikan terlebih dahulu.

"Saya hanya ingin dia bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah saat itu juga. Tapi dia malah kembali memukul saya sebelum pergi," katanya.

Tak lama berselang, pria tersebut kembali ke lokasi bersama beberapa rekannya.

Korban mengaku sempat meminta agar pelaku yang pertama kali memukulnya menyelesaikan persoalan secara baik-baik. Namun, bukannya berdamai, rombongan tersebut justru diduga langsung mengeroyoknya.

"Saya akhirnya menyerahkan kunci motor itu, tetapi setelah kunci diberikan mereka masih tetap memukuli saya bersama-sama," ungkapnya.

Aksi pengeroyokan itu baru berhenti setelah korban meminta pertolongan kepada anggota Polisi Militer TNI Angkatan Udara (POM TNI AU) yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Anggota tersebut kemudian melerai keributan.

Merasa menjadi korban tindak pidana, Damsir kemudian mendatangi SPKT Polrestabes Palembang untuk membuat laporan resmi.

Petugas SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Tamia Rahmadhany, membenarkan adanya laporan tersebut.

"Benar, laporan dugaan tindak pidana pengeroyokan telah kami terima. Selanjutnya laporan akan diteruskan ke Satreskrim Polrestabes Palembang untuk dilakukan penyelidikan dan ditindaklanjuti sesuai prosedur," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
K
Editor
Kurnia