Modus Pesan Bertahap, Pengepul Kelapa di Banyuasin Kehilangan Rp130 Juta Usai Kirim 142 Ribu Butir Kelapa

AKURAT.CO SUMSEL Seorang pengepul kelapa asal Kabupaten Banyuasin mengaku mengalami kerugian hingga Rp130 juta setelah diduga menjadi korban penipuan dan penggelapan dalam transaksi jual beli kelapa dengan seorang pembeli di Kota Palembang.
Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke Polrestabes Palembang dan tengah menunggu proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Korban, Ricky Remustin (23), warga Dusun III Margo Rukun, Kecamatan Muara Sugihan, Banyuasin, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang pada Selasa (14/7/2026).
Ricky menuturkan, peristiwa itu bermula pada 30 Juni 2026 lalu saat dirinya menerima pesanan sebanyak 62.060 butir kelapa dari seorang pria berinisial MA di kawasan Jalan Tiga Bersaudara, Kecamatan Gandus, Palembang.
Tanpa menaruh curiga, korban langsung memenuhi pesanan tersebut dan mengirim seluruh kelapa ke lokasi yang telah ditentukan oleh pembeli.
Namun setelah barang diterima dan dibongkar, pembayaran yang dijanjikan tak kunjung dilakukan.
"Awalnya terlapor memesan 62.060 butir kelapa dan langsung saya kirim," ujar Ricky saat membuat laporan polisi.
Baca Juga: Terlelap Saat Tidur, Warga 5 Ulu Palembang Kehilangan iPhone 7 Plus yang Sedang Dicas di Ruang Tamu
Alih-alih melunasi pembayaran, terlapor justru kembali menghubungi korban dan memesan kelapa dalam jumlah yang lebih besar, yakni sebanyak 80.900 butir.
Ricky sempat menolak karena pembayaran untuk pengiriman pertama belum diterima. Namun terlapor kemudian memberikan uang muka sebesar Rp40 juta yang membuat korban kembali percaya dan melanjutkan pengiriman.
Setelah seluruh pesanan kedua selesai dikirim dan dibongkar, korban kembali meminta pelunasan pembayaran. Namun terlapor kembali beralasan dana miliknya belum cair sehingga pembayaran belum dapat dilakukan.
"Setelah saya kirim lagi, terlapor bilang uangnya belum cair," katanya.
Merasa ada yang tidak beres, Ricky kemudian mendatangi lokasi penyimpanan kelapa untuk mengambil kembali barang miliknya.
Pada kesempatan pertama, ia berhasil membawa pulang sekitar 70 ribu butir kelapa. Beberapa hari kemudian, korban kembali mengambil sekitar 36 ribu butir kelapa yang masih tersisa di lokasi.
Namun saat kembali mendatangi lokasi untuk ketiga kalinya, sekitar 12 ribu butir kelapa lainnya sudah tidak berada di tempat dan diduga telah dipindahkan oleh terlapor tanpa seizin dirinya.
Akibat kejadian tersebut, Ricky mengaku mengalami kerugian materiil mencapai sekitar Rp130 juta.
"Saya merasa dirugikan dan ditipu, sehingga melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Palembang agar bisa diproses sesuai hukum yang berlaku," ujarnya.
Sementara itu, petugas piket SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Ammar, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan tersebut.
"Laporan korban sudah diterima dan selanjutnya akan diteruskan ke penyidik Satreskrim Polrestabes Palembang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









