Sumsel

Ekspor Batu Bara Sumsel Turun Tajam, Produksi Triwulan I Masih Tertahan

Maman Suparman | 5 Mei 2025, 21:00 WIB
Ekspor Batu Bara Sumsel Turun Tajam, Produksi Triwulan I Masih Tertahan

AKURAT.CO SUMSEL Kinerja ekspor Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada Maret 2025 mengalami penurunan signifikan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Sumsel hanya mencapai 547,77 juta dolar AS, turun 10,91 persen dibandingkan Februari 2025 yang mencatatkan angka 616,20 juta dolar AS.

Salah satu penyebab utama penurunan ini adalah melemahnya nilai ekspor dari beberapa komoditas unggulan, termasuk batu bara, buah-buahan tahunan, dan minyak kelapa sawit mentah (CPO).

“Nilai ekspor batu bara pada Maret 2025 tercatat sebesar 207,63 juta dolar AS. Angka ini menurun cukup drastis sebesar 22,94 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” ungkap Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, di Palembang, Senin (5/5/2025).

Meski mengalami penurunan, Tiongkok masih menjadi negara tujuan utama ekspor batu bara Sumsel dengan nilai sebesar 163,83 juta dolar AS. Disusul India sebesar 87,57 juta dolar AS dan Vietnam sebesar 58,93 juta dolar AS.

Baca Juga: Terekam CCTV! Detik-detik Marbot Masjid Dibacok Begal di Palembang

Sementara itu, dari sisi produksi, data yang dihimpun Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumsel menunjukkan bahwa sepanjang triwulan pertama 2025 (Januari–Maret), realisasi produksi batu bara di wilayah ini mencapai 17,12 juta ton.

“Angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan triwulan I tahun lalu yang mencapai 19,82 juta ton. Namun, data ini masih sementara dan belum mencakup keseluruhan produksi. Jadi belum bisa disimpulkan mengalami penurunan,” jelas Kepala Bidang Teknik dan Penerimaan Minerba ESDM Sumsel, Armaya Sentani.

Menurut Armaya, masih ada potensi kenaikan angka produksi setelah data dari perusahaan tambang seluruhnya masuk dan diverifikasi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia