Sumsel

Tiongkok Masih Jadi Tujuan Utama Ekspor Sumsel, Nilainya Tembus US$814,5 Juta hingga Mei 2026

Kurnia | 2 Juli 2026, 21:00 WIB
Tiongkok Masih Jadi Tujuan Utama Ekspor Sumsel, Nilainya Tembus US$814,5 Juta hingga Mei 2026

AKURAT.CO SUMSEL Tiongkok masih menjadi negara tujuan utama ekspor Sumatera Selatan sepanjang Januari hingga Mei 2026. Meski demikian, nilai ekspor ke negara tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan, nilai ekspor ke Tiongkok selama lima bulan pertama 2026 mencapai US$814,50 juta atau berkontribusi 36,89 persen terhadap total ekspor Sumsel.

Posisi berikutnya ditempati India dengan nilai ekspor US$229,73 juta atau 10,41 persen, disusul Malaysia sebesar US$180,96 juta atau 8,20 persen.

Jika dikelompokkan berdasarkan kawasan, negara-negara ASEAN menjadi tujuan ekspor terbesar kedua dengan nilai US$621,03 juta atau 28,13 persen dari total ekspor Sumsel. Sementara ekspor ke kawasan Uni Eropa tercatat US$78,65 juta atau 3,56 persen.

Baca Juga: Jejak Karier Daud Joseph, Dirut PT Pos Indonesia yang Mundur Usai 3 Bulan Menjabat

Dominasi negara-negara Asia sebagai tujuan ekspor menunjukkan kawasan tersebut masih menjadi pasar utama bagi berbagai komoditas unggulan Sumatera Selatan.

Meski demikian, kinerja ekspor Sumsel pada Januari–Mei 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi berkurangnya permintaan dari sejumlah negara tujuan utama.

Ekspor ke Tiongkok tercatat turun sebesar US$209,80 juta atau 20,48 persen. Penurunan juga terjadi pada ekspor ke Vietnam yang menyusut US$110,80 juta atau 49,03 persen, serta Amerika Serikat yang turun US$48,08 juta atau 29,76 persen.

Di tengah pelemahan tersebut, beberapa negara justru mencatat peningkatan permintaan terhadap produk asal Sumsel. Ekspor ke Jepang meningkat US$35,77 juta atau 43,81 persen, sedangkan ekspor ke Malaysia bertambah US$29,80 juta atau 19,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara keseluruhan, nilai ekspor ke 12 negara tujuan utama masih mengalami kontraksi sebesar 16,30 persen dibandingkan Januari–Mei 2025.

Adapun komoditas yang paling banyak diekspor ke Tiongkok meliputi bubur kertas (pulp) dari kayu, batu bara dan lignit, serta karet remah.

Sementara itu, ekspor ke India didominasi batu bara dan lignit, karet beserta produk turunannya, serta bahan kimia anorganik.

Untuk pasar Malaysia, komoditas utama yang dikirim berasal dari sektor batu bara dan lignit, lemak serta minyak nabati, hingga kertas, karton, dan produk turunannya.

Ketiga negara tersebut memberikan kontribusi sebesar 55,50 persen terhadap total nilai ekspor Sumatera Selatan selama periode Januari hingga Mei 2026, sehingga masih menjadi pasar utama bagi produk-produk unggulan daerah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia