Sumsel

Inflasi Sumsel Masih Terkendali Meski Harga Pangan Naik Saat Ramadan

Kurnia | 3 April 2026, 19:00 WIB
Inflasi Sumsel Masih Terkendali Meski Harga Pangan Naik Saat Ramadan
ilustrasi

AKURAT.CO SUMSEL Momentum Ramadan hingga Lebaran 2026 mendorong kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok di Sumatera Selatan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,29 persen secara bulanan (month-to-month) pada Maret 2026.

Kepala BPS Sumsel, Mohammad Wahyu Yulianto, menjelaskan kenaikan harga terjadi pada berbagai komoditas, terutama kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

“Dari 425 komoditas yang dipantau, sebanyak 184 komoditas mengalami kenaikan harga,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Sejumlah komoditas yang memberi andil besar terhadap inflasi antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, bensin non-subsidi, serta tarif angkutan antarkota yang meningkat selama periode mudik.

Menurut Wahyu, tidak semua faktor pemicu inflasi dapat dikendalikan pemerintah daerah, terutama yang berkaitan dengan energi seperti BBM non-subsidi.

Baca Juga: Dianiaya Mantan Kekasih di Palembang, Mahasiswi Alami Luka Memar dan Trauma

“Yang bisa dikendalikan pemerintah daerah cukup signifikan, namun ada juga yang di luar kendali seperti harga BBM non-subsidi,” jelasnya.

Meski terjadi kenaikan harga, BPS menilai kondisi inflasi di Sumatera Selatan masih dalam kategori stabil dan terkendali. Hal ini menunjukkan daya tahan ekonomi daerah masih cukup kuat menghadapi lonjakan permintaan musiman.

Namun demikian, BPS mengingatkan pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga, terutama melalui penguatan distribusi dan ketersediaan bahan pokok.

BPS merekomendasikan agar pemerintah daerah memastikan suplai komoditas lokal tetap aman dan melimpah, khususnya saat permintaan masyarakat meningkat tajam seperti pada Ramadan dan Lebaran.

“Komoditas lokal yang bisa dikendalikan, pastikan pasokannya banyak agar harga tetap stabil,” tegas Wahyu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia