Gubernur Sumsel Pastikan Stok BBM Aman Usai Lebaran, Distribusi Lancar Tanpa Kelangkaan

AKURAT.CO SUMSEL Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru memastikan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah Sumsel dalam kondisi aman pascaperayaan Idulfitri 1447 Hijriah/2026.
Ia menyebut, distribusi BBM selama masa mudik hingga arus balik Lebaran berjalan lancar tanpa kendala berarti, sehingga tidak ditemukan adanya kelangkaan di lapangan.
“Koordinasi kami dengan pimpinan Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa pasokan BBM di wilayah Sumatera Selatan saat ini terpantau lancar dan terjaga,” kata Deru, Senin (23/3/2026).
Menurut Deru, kelancaran distribusi BBM menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, khususnya para pemudik yang melintasi wilayah Sumsel.
Baca Juga: Viral Open House Pejabat Empat Lawang di Hotel Mewah, Dinilai Tak Sensitif di Tengah Tekanan Ekonomi
Ia menegaskan bahwa sistem distribusi energi selama periode Lebaran tahun ini berjalan dengan baik dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa hambatan.
“Selama masa mudik hingga arus balik, tidak ada laporan kelangkaan di lapangan,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Sumsel bersama pihak terkait terus melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM, terutama di titik-titik strategis seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi antrean panjang maupun gangguan teknis yang dapat menghambat distribusi.
“Pengawasan akan terus dilakukan hingga masa libur benar-benar berakhir,” tegas Deru.
Stabilitas pasokan BBM dinilai penting untuk menjaga kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk transportasi di jalur utama seperti Jalur Lintas Sumatera.
Pemerintah memastikan akan terus memantau kondisi di lapangan guna merespons kebutuhan energi masyarakat secara cepat dan tepat.
“Pemerintah berkomitmen memastikan distribusi berjalan lancar agar aktivitas masyarakat tidak terganggu,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









