Harga Emas Perhiasan Palembang Kembali Anjlok ke Rp12 Jutaan per Suku, Saatnya Beli?

AKURAT. CO SUMSEL - Satu hari menjelang akhir bulan, harga emas perhiasan Palembang kembali merosot tajam.
Kini harganya bahkan kembali ke angka Rp12 jutaan per suku, atau turun hampir Rp2 juta dibanding beberapa waktu lalu saat mencapai Rp14,5 juta per suku.
Momen ini bisa jadi waktu yang tepat bagi Anda yang ingin mulai berinvestasi membeli emas.
Baca Juga: Sabrina Chairunnisa Gugat Cerai Deddy Corbuzier, Rumah Tangga Selebriti Panutan Kini di Ujung Tanduk
Kendati demikian, harga masih bisa berubah sewaktu-waktu baik naik/turun bahkan dalam satu hari yang sama.
Berikut daftar harga emas perhiasan Palembang untuk Kamis, 30 Oktober 2025.
Toko Emas Laris Pasar 16
BHarga emas perhiasan Palembang di toko Laris turun cukup signifikan hari ini.
Untuk perhiasan jenis kalung dan gelang dibanderol Rp12,9 juta per suku, sedangkan untuk cincin dibanderol Rp13 juta per suku.
Harga tersebut sudah termasuk ongkos produksi perhiasan emas dengan kadar 92 persen atau 22 karat.
Baca Juga: Resep Cumi Asin Pedas yang Bikin Nambah Nasi, Mudah dan Nikmat!
Toko Emas Anda Palembang
Hal serupa juga terjadi di toko Anda Palembang.
Angka penurunannya bahkan mencapai Rp300 ribu per suku, yakni menjadi Rp12,7 juta per suku untuk semua jenis perhiasan.
Baca Juga: 5 Cara Elegan Menghadapi Keluarga yang Suka Ngomong dari Belakang
Harga tersebut sudah termasuk biaya penjualan dari pihak toko sebesar Rp500 ribu per suku.
Mengapa Harga Emas Bisa Anjlok?
Anjloknya harga emas perhiasan Palembang pada hari ini mengikuti penurunan harga emas dunia pada Jumat (17/10/2025) lalu.
Baca Juga: 5 Fakta Dugaan Korupsi Whoosh, Utang Capai Rp118 Triliun hingga Pernyataan Jokowi Disorot
Pada hari itu, harga emas dunia turun hingga 2,2 persen ke level terendah harian di 4.220,10 dollar AS per ons setelah sebelumnya cetak rekor harga tertinggi.
Sebelumnya, harga emas sempat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di level 4.378,69 dollar AS per ons.
Demikian pula yang terjadi di dalam negeri, harga emas Antam pada Sabtu (18/10/2025) merosot hingga Rp 57.000 per gram.
Baca Juga: 4 Cara Cepat Pahami Bahasa Palembang, dari “Apo Kagek” hingga “Galo”
Mengapa hal ini bisa terjadi?
Penurunan harga emas terjadi di tengah gelombang aksi ambil untung yang dipicu oleh faktor-faktor pasar eksternal tertentu yang untuk sementara meredakan kecemasan geopolitik dan ekonomi.
Ajay Bagga, seorang pakar perbankan dan pasar menjelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan harga emas hari ini:
Baca Juga: Sinopsis Murderer Report, Pertemuan Wawancara Menegangkan Antara Jurnalis dan Pembunuh Berantai
1. Didorong pergeseran sentimen jangka pendek dan aksi ambil untung alami setelah reli bersejarah.
2. Melunaknya sikap Presiden AS Donald Trump terkait ancaman tarif tinggi terhadap China, yang secara tidak langsung juga turut meredakan ketegangan global.
3. Adanya faktor-faktor struktural termasik dedolarisaso global, akumulasi bank sentral dan lingkungan suku bunga riil yang rendah. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 3Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 4Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 55 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 6Jadwal Piala Dunia 2026: Qatar vs Swiss, Brazil Hadapi Maroko, hingga Haiti Tantang Skotlandia
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 8Bansos BPNT Juni 2026 Cair Kapan? Ini Cara Cek Status Penerima, Nominal, dan Jadwal Pencairan
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem








