Nilai Tukar Petani 2025 Berfluktuasi, Pekebun Tetap Nikmati Daya Beli Terkuat

AKURAT.CO SUMSEL Perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) sepanjang 2025 menunjukkan dinamika di berbagai sektor pertanian. Meski sempat mengalami penurunan pada pertengahan tahun, sebagian besar sektor mampu menutup tahun dengan tren yang relatif stabil.
Secara umum, NTP berada di level 129,11 pada Januari dan sempat mencapai puncak 132,94 pada Maret. Namun, angka tersebut turun cukup tajam pada April ke posisi 123,47 sebelum kembali merangkak naik hingga berada di kisaran 130 pada akhir tahun.
Sektor perkebunan tercatat sebagai penyumbang NTP tertinggi sepanjang tahun. Pada Maret, Nilai Tukar Pekebun bahkan menyentuh 146,74 sebelum turun ke 128,71 pada Juli.
Meski begitu, sektor ini berhasil mempertahankan posisi kuat dengan menutup tahun di angka 141,49, mencerminkan daya beli petani perkebunan yang tetap solid.
Sementara itu, NTP tanaman pangan menunjukkan tren positif meski bergerak perlahan. Dari 97,23 pada Januari, angkanya meningkat dan stabil di atas 100 sejak Maret, lalu berakhir di level 102,34 pada Desember. Kondisi ini mengindikasikan keseimbangan antara harga jual hasil panen dan biaya produksi.
Baca Juga: Bocah 13 Tahun di Palembang Kena Bacok Celurit Diduga Saat Tawuran, Ibu Korban Lapor Polisi
Berbeda dengan tanaman pangan, sektor hortikultura mengalami tekanan pada paruh pertama tahun. NTP sempat merosot hingga 90,62 pada Juni sebelum berangsur pulih. Menjelang akhir tahun, sektor ini mencatat lonjakan signifikan dan ditutup pada angka 104,33—menjadi salah satu kenaikan paling menonjol.
Pada sektor peternakan, pergerakan NTP cenderung stabil di kisaran 100–103. Setelah turun tipis ke 99,70 pada April, nilainya kembali menguat dan berakhir di 103,12 pada Desember, menandakan kondisi usaha ternak yang relatif terjaga.
Adapun sektor perikanan menunjukkan tren sedikit melemah. Dari 107,91 di awal tahun, NTP perlahan menurun dan ditutup pada angka 104,18. Penurunan ini mengindikasikan adanya tekanan terhadap pendapatan nelayan, meski tidak terlalu signifikan.
Secara keseluruhan, fluktuasi NTP selama 2025 mencerminkan tantangan sekaligus peluang di sektor pertanian. Stabilnya beberapa subsektor di atas angka 100 menjadi sinyal bahwa daya beli pelaku usaha tani masih terjaga, meskipun efisiensi biaya produksi dan stabilitas harga tetap menjadi faktor kunci dalam menjaga kesejahteraan petani.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu Tiket Semifinal Piala AFF U 19 2026
- 3Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 4Kapan PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Cair? Pantau Jadwal Penyaluran Termin 2 di Sini
- 5Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 6Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 85 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem








